JALAN DIPO­NEGORO KAMPUNG DALAM BINJAI RUSAK PARAH, WARGA MINTA PEMERINTAH SEGERA BERTINDAK

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai (Sumatera Utara),Cybermabespolri.com — Kondisi ruas Jalan Diponegoro, kawasan Kampung Dalam, Kota Binjai, Sumatera Utara, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan cukup parah dan disebut telah berlangsung dalam waktu yang lama.

 

Informasi tersebut disampaikan sejumlah warga setempat kepada awak media yang turun langsung meninjau kondisi jalan pada Kamis (1/10/2026).

 

Warga menunjukkan sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang melintas.

 

Menurut keterangan warga, kondisi jalan tersebut juga telah menimbulkan sejumlah insiden kecelakaan. Salah seorang warga menunjukkan adanya kendaraan yang mengalami terguling. Warga juga menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat pelajar yang terjatuh ketika berupaya menghindari lubang di badan jalan.

 

“Sudah cukup lama jalan ini rusak. Kami tutup sementara karena ada kendaraan yang terguling. Kemarin juga ada anak sekolah yang terjatuh karena menghindari lubang,” ungkap seorang warga.

 

Warga berharap Pemerintah Kota Binjai dapat segera melakukan peninjauan dan mengambil langkah penanganan terhadap ruas jalan tersebut, terutama karena jalan digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

 

“Kami memohon pemerintah segera bertindak memperbaiki jalan ini. Kondisinya sudah sangat rusak dan kami khawatir semakin banyak korban,” ujar warga lainnya.

 

Warga juga berharap kerusakan tersebut tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi dilakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab kerusakan serta menentukan bentuk penanganan yang sesuai.

 

BUDI RIZKIYANTO: KESELAMATAN WARGA HARUS MENJADI PRIORITAS

 

Menanggapi informasi tersebut, pemerhati kebijakan publik Budi Rizkiyanto mengatakan bahwa kondisi infrastruktur publik perlu dilihat bukan semata-mata sebagai persoalan fisik jalan, tetapi juga sebagai bagian dari kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

 

Menurut Budi, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan fasilitas publik yang berada dalam kewenangannya dapat digunakan masyarakat secara aman dan layak, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan keuangan daerah.

 

“Kerusakan jalan harus ditangani berdasarkan data, pemeriksaan teknis, kewenangan yang jelas, serta skala prioritas. Namun ketika kondisi jalan sudah menimbulkan risiko keselamatan, pemerintah perlu memberikan perhatian serius dan melakukan langkah mitigasi secepatnya,” ujar Budi.

 

Ia meminta agar informasi mengenai dugaan kecelakaan maupun kendaraan yang disebut terguling tidak langsung dijadikan kesimpulan mengenai penyebabnya sebelum dilakukan verifikasi.

 

“Kalau ada informasi warga mengenai korban atau kecelakaan, tentu perlu diverifikasi. Bukti harus ditempatkan di atas opini. Pemerintah, masyarakat dan media memiliki peran masing-masing untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Budi juga mendorong Pemerintah Kota Binjai untuk melakukan peninjauan lapangan, pemeriksaan kondisi konstruksi, pemetaan titik kerusakan, pemasangan rambu atau pengamanan sementara apabila diperlukan, serta menentukan langkah perbaikan berdasarkan hasil kajian teknis.

 

“Transparansi juga penting. Masyarakat berhak mengetahui apakah ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat. Setelah kewenangan jelas, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi mengenai rencana penanganannya,” tegasnya.

 

Menurut Budi, persoalan infrastruktur seharusnya tidak menjadi ruang saling menyalahkan. Yang lebih penting adalah memastikan adanya kepastian kewenangan, kepastian penanganan, transparansi anggaran, kualitas pekerjaan, dan keselamatan masyarakat.

 

“Jalan adalah fasilitas publik. Ketika masyarakat setiap hari bergantung pada jalan tersebut untuk bekerja, bersekolah, berdagang dan menjalankan aktivitas lainnya, maka kondisi keselamatannya harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah perlu hadir dengan solusi yang terukur, bukan sekadar respons setelah terjadi kecelakaan,” pungkas Budi.

 

Catatan: Informasi mengenai kecelakaan dan kondisi kerusakan dalam pemberitaan ini bersumber dari keterangan warga di lokasi dan tetap perlu diverifikpasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Penulis : Budi Rizki Yanto

Editor : Red

Sumber Berita: Masyakarat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PELAPORAN DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL DI BELAWAN BELUM TERUNGKAP JELAS
Skandal Rutan Tanjung Gusta Medan: Potret Kebobrokan Sistemik dan Urgensi Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Copot Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, Dinilai Terlalu Cepat Simpulkan Kematian Winda Lorenza Gowasa sebagai Bunuh Diri
Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Abdul Karim Diminta Awasi Penanganan Laporan Dugaan Penipuan dan Fitnah Yang Sudah 7 Bulan Mandek di Polda Sumut dan Polrestabess Medan 
Pengajian Akbar dan Pelantikan Pengurus MT Silaturahmi Siantar Utara Berlangsung Khidmat, Dimeriahkan Sholawat dan Zikir Akbar
PORPI dan ASKI Ramaikan CFD Siantar Bersama KORMI, Warga Antusias Ikuti Senam Massal dan Nobar Piala Dunia 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:15 WIB

JALAN DIPO­NEGORO KAMPUNG DALAM BINJAI RUSAK PARAH, WARGA MINTA PEMERINTAH SEGERA BERTINDAK

Sabtu, 26 September 2026 - 19:56 WIB

PELAPORAN DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL DI BELAWAN BELUM TERUNGKAP JELAS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Skandal Rutan Tanjung Gusta Medan: Potret Kebobrokan Sistemik dan Urgensi Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Copot Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, Dinilai Terlalu Cepat Simpulkan Kematian Winda Lorenza Gowasa sebagai Bunuh Diri

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:54 WIB

Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Abdul Karim Diminta Awasi Penanganan Laporan Dugaan Penipuan dan Fitnah Yang Sudah 7 Bulan Mandek di Polda Sumut dan Polrestabess Medan 

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!