BANYUASIN, SUMATERA SELATAN,cybermabespolri.com — Sebuah tongkang pengangkut pupuk dilaporkan kandas di tengah jalur perairan 8 Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalur perairan terganggu dan membuat sejumlah tongkang pengangkut barang dagangan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, tongkang pengangkut pupuk tersebut telah kandas selama kurang lebih empat hari empat malam. Kondisi air yang disebut belum mendukung membuat tongkang belum dapat dievakuasi dari jalur pelayaran.
Akibatnya, tongkang lain yang membawa barang dagangan terpaksa berhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan. Kondisi ini berdampak langsung terhadap para pedagang yang mengandalkan pengiriman melalui jalur tersebut.
Barang dagangan yang seharusnya sudah tiba di lokasi untuk dijual terpaksa masih berada di dalam tongkang. Akibatnya, sejumlah pedagang tidak dapat berjualan sesuai jadwal.
Salah satu tongkang pedagang yang turut terdampak diketahui dikemudikan oleh JHN. Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, JHN mengatakan dirinya terpaksa mengambil jalur memutar karena akses utama tertutup oleh tongkang yang kandas.
“Aku muter balek ke jembatan duo dak pacak lewat, tetutup, jalan umum tetutup. Kalu kami setongkang itu kerugian nyo hari ini kurang lebih Rp20 juta,” terang JHN.
Gangguan tersebut juga dirasakan oleh pedagang lainnya. Salah satunya RZ mengaku kecewa karena tidak dapat berjualan akibat barang dagangannya belum tiba.
Menurut RZ, kondisi tersebut menjadi persoalan karena sejumlah kebutuhan dan pembayaran harus dilakukan pada hari yang sama, termasuk biaya tongkang dan jasa angkutan barang.
“Dak masuk akal gawe ini, nak jualan barang dak datang oleh tongkang itu, tongkang siapo pulok itu? Mano hari ini nak mbayar ongkos tongkang ke pekul di tambah nak mbayar yang laen nyo pulok, pening aku,” keluh RZ.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti kapan tongkang pengangkut pupuk tersebut dapat dievakuasi dari jalur perairan.
Terhambatnya akses tersebut dikhawatirkan menimbulkan kerugian lebih besar apabila proses evakuasi berlangsung lebih lama. Selain pedagang, pengguna jalur perairan lainnya juga berpotensi mengalami gangguan perjalanan.
Awak media masih berupaya menggali informasi lebih lanjut terkait penyebab tongkang kandas, langkah evakuasi yang dilakukan, serta pihak yang bertanggung jawab atas tongkang yang menghalangi jalur tersebut.
Konfirmasi kepada pemilik atau pihak terkait tongkang pengangkut pupuk yang kandas juga masih diupayakan.
Penulis : Rosidi
Editor : Rosidi
Sumber Berita: JHN











