Palembang (Sumatera Selatan),Cybermabespolri.com —Kondisi kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah Sumatera Selatan mendapat sorotan dari Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBR Sriwijaya). Organisasi tersebut mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan kabut asap yang dinilai telah mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Dalam press release yang disampaikan GBR Sriwijaya, kabut asap disebut telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mengancam kesehatan, serta berdampak terhadap kelancaran lalu lintas dan kegiatan perekonomian di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
GBR Sriwijaya menduga kuat kondisi tersebut berkaitan dengan praktik pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Karena itu, mereka meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Selain persoalan penanganan di lapangan, GBR Sriwijaya juga menyoroti alokasi anggaran penanggulangan kabut asap yang disebut mencapai Rp100 miliar. Organisasi tersebut mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran tersebut karena dampak nyata penanggulangan kabut asap dinilai belum terlihat secara signifikan.
Memastikan kabut asap segera berkurang dan hilang dengan mengoptimalkan seluruh upaya penanggulangan yang telah direncanakan, termasuk penggunaan anggaran yang telah disiapkan agar bencana ini tidak berlarut-larut,” demikian salah satu tuntutan yang disampaikan GBR Sriwijaya.
GBR Sriwijaya juga meminta adanya pengawasan dan pemeriksaan terhadap transparansi pengelolaan anggaran penanggulangan kabut asap senilai Rp100 miliar tersebut. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan anggaran digunakan tepat sasaran, akuntabel, dan tidak disalahgunakan.
Selain itu, organisasi tersebut meminta pemerintah menyampaikan perkembangan penanganan kabut asap kepada masyarakat, khususnya kepada DPP GBR Sriwijaya, sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
GBR Sriwijaya berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat merespons persoalan tersebut dengan cepat dan mengambil tindakan tegas. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Press release tersebut ditandatangani oleh Koordinator Aksi Jhonny Antony dan Penanggung Jawab Muhammad Martin atas nama Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya.
Penulis : Asep Rianto S,Pi
Editor : Red
Sumber Berita: DPP GBR SRIWIJAYA











