Duka NTT adalah duka kita bersama. Negara harus hadir, masyarakat harus bergandengan.”

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta(Dki Jakarta),Cybermabespolri.com  — Gempa bumi susulan masih mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.

 

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, telah terjadi 10.232 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M6,2, terkecil M1,0, sebanyak 35 kejadian di atas M5,0, dan 157 gempa dirasakan masyarakat. Aktivitas gempa mulai menunjukkan pola peluruhan, namun masyarakat tetap diminta waspada dan menghindari bangunan yang rusak atau retak.

 

Data BNPB per 30 Agustus 2026 mencatat 111 orang meninggal dunia, 1.631 orang luka-luka, 95.567 rumah rusak, dan 188.161 orang masih mengungsi.

 

Atas musibah tersebut, Adv. Rikha Permatasari menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga terdampak.

 

«“Semoga para korban yang telah berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan, mereka yang terluka segera diberikan kesembuhan, serta saudara-saudara kita yang masih berada di pengungsian diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan.”»

 

Menurut Rikha, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik.

 

111 orang meninggal adalah 111 kehidupan yang hilang. 1.631 orang terluka adalah ribuan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit. Dan 188.161 pengungsi adalah saudara-saudara kita yang membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak sendirian.

 

Rikha menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, organisasi kemanusiaan, dan seluruh masyarakat yang telah bergerak membantu para korban.

 

Namun, menurutnya, solidaritas tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa.

 

“Korban bencana tidak hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup. Mereka membutuhkan kepastian bahwa negara tidak meninggalkan mereka setelah pemberitaan mulai mereda.”

 

Karena itu, penanganan harus berlanjut dari tanggap darurat menuju pemulihan rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, infrastruktur, mata pencaharian, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, pendidikan anak-anak, hingga pemulihan psikososial masyarakat.

 

Rikha juga mengajak masyarakat Indonesia memberikan bantuan melalui saluran pemerintah dan lembaga kemanusiaan yang kredibel serta dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai gempa maupun tsunami yang dapat menimbulkan kepanikan.

 

«“Kita mungkin tidak berada di lokasi bencana dan tidak merasakan langsung guncangannya, tetapi kita dapat hadir melalui doa, kepedulian, bantuan, dan solidaritas.”»

 

Kepada masyarakat Flores dan seluruh NTT, Rikha berpesan:

 

«“Tetaplah kuat dan jangan kehilangan harapan. Di tengah rumah-rumah yang roboh, ada tangan-tangan yang sedang membangun kembali. Di tengah kehilangan, ada saudara-saudara sebangsa yang datang membawa kepedulian. Dan di tengah ketakutan, semoga selalu ada harapan.”»

 

Menurut Rikha Permatasari, bencana harus menjadi pengingat bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

 

Hari ini NTT membutuhkan kita. Besok mungkin daerah lain yang membutuhkan pertolongan.

 

Karena itu:

 

KETIKA SATU DAERAH BERDUKA, INDONESIA HARUS HADIR.

 

KETIKA SATU KELUARGA KEHILANGAN, KITA HADIR SEBAGAI SESAMA.

 

KETIKA MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA, NEGARA TIDAK BOLEH ABSEN.

 

NTT tidak sendirian. Flores tidak sendirian. Indonesia bersama NTT.

 

Penulis : Budi Rizki Yanto

Editor : Red

Sumber Berita: Adv. Rikha Permatasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang
Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang
Dua Pelajar Kakak Beradik Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Curup – Lebong
PLT Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase dan Tangani Lubang Jalan di Desa Teladan
Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan
Resmi Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri,Irjen Jossy Kusumo Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Atasi Kemacetan di Depan SPBU Tanjung Sanai II, Polsek Padang Ulak Tanding Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:07 WIB

Dua Pelajar Kakak Beradik Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Curup – Lebong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:40 WIB

PLT Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase dan Tangani Lubang Jalan di Desa Teladan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!