RUU PERAMPASAN ASET: INSTRUMEN PENTING UNTUK MEMULIHKAN KERUGIAN NEGARA DAN MEMBERANTAS KEJAHATAN EKONOMI

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta(DKI Jakarta),Cybermabespolri.com — Pembahasan RUU Perampasan Aset kembali menjadi perhatian publik karena regulasi ini dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan kejahatan yang menghasilkan keuntungan ekonomi.

 

Budi Rizkiyanto mendorong agar pembahasan dan penerapan regulasi perampasan aset dilakukan secara terbuka, tegas, tetapi tetap menjunjung tinggi prinsip negara hukum serta perlindungan hak asasi manusia.

 

Menurutnya, pemberantasan tindak pidana tidak cukup hanya dengan menghukum pelaku. Negara juga harus memiliki mekanisme yang efektif untuk menelusuri, membekukan, menyita, dan merampas aset yang terbukti berasal dari tindak pidana, sesuai dengan ketentuan hukum dan melalui mekanisme pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

«“Jangan sampai kejahatan dihukum, tetapi hasil kejahatannya tetap dinikmati. Negara harus mampu memastikan bahwa aset yang terbukti berasal dari tindak pidana dapat dikembalikan kepada negara atau pihak yang berhak,” ujar Budi Rizkiyanto.»

 

Transparansi dan Due Process Harus Menjadi Fondasi

 

Budi menegaskan, dukungan terhadap RUU Perampasan Aset bukan berarti memberikan kewenangan tanpa batas kepada aparat penegak hukum.

 

Sebaliknya, setiap tindakan penyitaan dan perampasan aset harus memiliki dasar hukum yang jelas, prosedur yang transparan, pengawasan yang kuat, serta mekanisme keberatan dan perlindungan terhadap pihak yang beritikad baik.

 

“Perampasan aset harus menjadi senjata negara melawan kejahatan, bukan menjadi alat untuk merampas hak warga negara. Karena itu, aturan harus dibuat sekuat mungkin terhadap pelaku kejahatan, tetapi tetap adil terhadap masyarakat yang tidak bersalah,” tegasnya.

 

Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Publik

 

Menurut Budi, apabila aset hasil tindak pidana berhasil dipulihkan, manfaat akhirnya harus dirasakan masyarakat.

 

Pemulihan aset dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat keuangan negara, meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, serta memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan ekonomi.

 

Ia juga meminta agar publik dapat mengawal proses pembentukan regulasi tersebut sehingga tidak berhenti pada kepentingan politik maupun kepentingan lembaga tertentu.

 

Seruan kepada DPR dan Pemerintah

 

Budi Rizkiyanto menyerukan kepada DPR RI, pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, aktivis antikorupsi, serta masyarakat sipil untuk mengawal pembahasan RUU Perampasan Aset.

 

Menurutnya, regulasi tersebut harus menghasilkan sistem yang:

 

1. Efektif mengejar hasil kejahatan;

2. Memperkuat pemulihan aset negara;

3. Menutup ruang penyembunyian dan pengalihan aset hasil kejahatan;

4. Memiliki pengawasan yang transparan dan akuntabel;

5. Menjamin due process of law dan hak pihak yang beritikad baik; serta

6. Mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh aparat.

 

«“Kita membutuhkan hukum yang kuat terhadap kejahatan, tetapi juga hukum yang adil terhadap rakyat. Perampasan aset harus menjadi instrumen untuk mengembalikan keadilan dan uang rakyat, bukan membuka ruang kesewenang-wenangan,” pungkas Budi Rizkiyanto.»

 

BUDI RIZKIYANTO

Pengawal Transparansi dan Keadilan Publik

Penulis : Budi Rizki Yanto

Editor : Red

Sumber Berita: Budi Rizki Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang
Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang
Dua Pelajar Kakak Beradik Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Curup – Lebong
PLT Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase dan Tangani Lubang Jalan di Desa Teladan
Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan
Resmi Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri,Irjen Jossy Kusumo Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Atasi Kemacetan di Depan SPBU Tanjung Sanai II, Polsek Padang Ulak Tanding Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:07 WIB

Dua Pelajar Kakak Beradik Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Curup – Lebong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:40 WIB

PLT Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase dan Tangani Lubang Jalan di Desa Teladan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!