SKANDAL PENDIDIKAN: Kepala SKB Rejang Lebong Jarang Ngantor, Guru dan Siswa Terlampak

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rejang Lebong, Bengkulu – Kepala Satuan Kerja Bersama (SKB) Nonformal Negeri di JL. SMEA, Desa Duku Ulu, Kec. Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Debi Vanhoutan, diduga sengaja mengabaikan tugasnya sebagai kepala sekolah. Berulang kali awak media ke sekolah, Debi Vanhoutan tidak pernah dijumpai, bahkan beberapa guru disana mengaku tidak tahu keberadaannya.

SKB Nonformal Negeri ini berakreditasi B dan melayani pendidikan kesetaraan (Paket A, B, C) serta PAUD. Lokasinya berada di area Curup Timur, salah satu pusat pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong. Namun, dengan kinerja kepala sekolah yang buruk, bagaimana mungkin pendidikan di sini dapat maju?

“Guru dan siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik, tapi kalau kepala sekolah tidak ada, bagaimana mau maju?” kata salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya.

Debi Vanhoutan jelas melanggar Undang-Undang No 43 Tahun 1999, JO Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), serta peraturan pemerintah terkait disiplin PNS.

Menurut informasi, Debi Vanhoutan jarang dijumpai di sekolah, bahkan beberapa guru disana tidak tahu keberadaannya. Hal ini jelas melanggar aturan kepegawaian dan disiplin PNS.

Kejadian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk mengambil tindakan yang tepat dan memastikan bahwa pendidikan di Rejang Lebong dapat berjalan dengan baik.

Apakah pihak terkait akan membiarkan skandal ini terus berlanjut? ( Purwanto & Ari )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ops Ketupat Musi 2026: Polda Sumsel Kantongi Truk di Perbatasan Jambi, Tim Urai Macet Siaga
Perkuat Sinergi Pemerintahan, Gubernur Herman Deru Minta Alumni dan Praja IPDN Jaga Profesionalitas dan Etika Komunikasi
36 Jam di Palembang: Polisi Bongkar 3 Jaringan Narkoba, Sita Sabu dan Ganja Sintetis
Kepsek Aniaya Aktivis, 50 LSM Siap Kepung Polda: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Disorot Publik
Oknum Polisi Berpangkat Kompol Diduga Melakukan Tindak Kekerasan Terhadap Kurir J&T
Antisipasi Macet Arus Mudik, Polres Banyuasin Kandangkan Puluhan Truk Sumbu Tiga di Jalintim Palembang–Betung
Kekompakan Tanpa Batas, Kabid Keuangan Hadiri Buka Puasa Bersama satker Bidkeu di Polda Sumsel 
Dugaan Perkara Pengadaan Tanah Kolam Retensi Seolah Terjadi Kesalahan Audit
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 06:01 WIB

Ops Ketupat Musi 2026: Polda Sumsel Kantongi Truk di Perbatasan Jambi, Tim Urai Macet Siaga

Senin, 16 Maret 2026 - 05:57 WIB

Perkuat Sinergi Pemerintahan, Gubernur Herman Deru Minta Alumni dan Praja IPDN Jaga Profesionalitas dan Etika Komunikasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:47 WIB

36 Jam di Palembang: Polisi Bongkar 3 Jaringan Narkoba, Sita Sabu dan Ganja Sintetis

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:26 WIB

Kepsek Aniaya Aktivis, 50 LSM Siap Kepung Polda: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Disorot Publik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:01 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Polres Banyuasin Kandangkan Puluhan Truk Sumbu Tiga di Jalintim Palembang–Betung

Berita Terbaru