Parigi Moutong,-Cybermabespolri.com
Dari kami seluruh warga, mulai dari ujung Parigi, sepanjang jalan hingga ke tengah, sampai jauh ke wilayah Moutong, menghaturkan salam hormat setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas satu tahun masa kepemimpinan Bapak yang penuh berkah ini… 🤲🌸
Terima kasih banyak ya Bapak… Terima kasih karena selama satu tahun ini kami semua merasa sangat tenang, damai, dan keadaan kita begitu STABIL TANPA PERUBAHAN SEDIKITPUN.
Benar-benar luar biasa Bapak… Sungguh kami kagum, keahlian Bapak mempertahankan keadaan ini tiada duanya. Jalan yang berlubang tetap indah berlubang seperti sediakala, pelayanan kesehatan yang sulit tetap terpelihara kesulitannya, dan pendidikan yang jauh dari sempurna tetap terjaga ketidaksempurnaannya.
Terima kasih Bapak… kami berterima kasih karena Bapak telah berhasil memastikan bahwa segalanya tetap berjalan “sesuai kebiasaan lama”, tidak kurang dan tidak lebih. Kami salut, Bapak memang pemimpin yang setia dan konsisten, janji manis di atas panggung itu Bapak simpan rapat-rapat di hati saja, sungguh mulia hati Bapak tidak buru-buru merealisasikannya!
Dan yang paling membuat kami iri sekaligus berterima kasih… Alhamdulillah, Bapak sehat selalu dan sangat rajin bepergian. 🛫🏙️
Kami senang sekali melihat Bapak begitu enak beristirahat, enak pergi ke Jakarta, enak menikmati perjalanan dinas ke sana kemari, dengan alasan yang sangat mulia demi kepentingan daerah. Sungguh beruntung Bapak bisa melihat kemewahan ibu kota, sementara kami di sini… dengan sabar menikmati kemiskinan dan ketertinggalan yang tetap abadi.
Terima kasih Bapak Wakil Bupati tercinta…
Karena kesibukan dan perjalanan Bapak yang jauh-jauh itu, kami jadi paham betul: Bahwa perubahan dan kesejahteraan itu ternyata memang barang langka dan mahal harganya, yang mungkin hanya bisa dinikmati di Jakarta sana, bukan di tanah kelahiran kami ini.
Tetapi izinkanlah kami, dengan suara yang bergetar dan air mata yang tertahan, menyampaikan isi hati yang paling dalam dari lubuk jiwa kami seluruh masyarakat Parigi Moutong.
Bapak yang kami hormati, kita sama-sama tahu semboyan tanah ini: “Songu Lara Mombangu”, artinya bersatu hati membangun rumah tangga. Namun satu tahun berlalu, hati kami yang kami persatukan justru merasa sakit dan kecewa, karena rumah tangga besar ini tak kunjung terbangun, bahkan semakin rapuh dan terabaikan.
Maka, sebagai anak bangsa yang mencintai daerah ini, kami menyampaikan permohonan yang amat sangat, permintaan tolong yang menyayat hati, bahkan jika perlu kami seluruh rakyat Parigi Moutong bersiap dan rela berlutut di hadapan Bapak H. Abdul Sahid, SPd.
Demi kebaikan nama baik Bapak sendiri, demi kehormatan jabatan yang kini Bapak sandang, dan terutama demi masa depan anak cucu kami… Kami mohon dengan sangat, dengan segala kerendahan hati: Sekiranya Bapak berkenan dan berhati besar, alangkah mulianya jika Bapak memutuskan untuk lebih baik mundur secara terhormat dari kursi jabatan Wakil Bupati Parigi Moutong.
Percayalah Bapak, mundur saat belum terlambat dan saat rakyat sudah tidak lagi merasakan manfaat kehadiran Bapak, itu bukanlah kekalahan, melainkan sebuah kemenangan jiwa yang sangat agung. Biarlah orang lain yang lebih punya waktu, lebih punya semangat, dan lebih peduli nasib rakyat yang melanjutkan perjuangan membangun daerah ini. Bapak sudah cukup lelah, biarlah kami berusaha mencari jalan lain untuk kebangkitan kami.
Semoga Bapak tetap sehat, tetap aman, dan tetap bisa tidur nyenyak di mana pun Bapak berada, sementara kami di sini hanya bisa memandang papan nama indah dan gambar senyum Bapak, sebagai satu-satunya hasil nyata yang kami nikmati selama satu tahun ini.
Hormat dan permohonan tulus kami yang dalam… 🤍
Penulis:M. RAIHAN PANINTJO
(Kontributor Berita Sulawesi Tengah)
(Pengamat Kebijakan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah)
Penulis : M. Raihan Panintjo
Editor : Za
Sumber Berita: Sulewesi tengah palu












