Banyuasin ( SUMATERA SELATAN),CyberMabesPolri.com – Masyarakat Kabupaten Banyuasin diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang diduga mulai menyerang sejumlah anak di wilayah tersebut.
Salah satu anak yang diduga terpapar penyakit tersebut adalah Reva Wulan Dari (8), warga Desa Saleh Mukti, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Gejala penyakit mulai dirasakan sejak Jumat (10/7/2026), sementara pemeriksaan lanjutan dilakukan pada Rabu (15/7/2026).

Menurut keterangan keluarga, Reva awalnya mengalami batuk, pilek, demam, disertai munculnya bintik-bintik merah pada tubuh hingga mata tampak kemerahan. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, mulai dari berobat ke klinik terdekat hingga pengobatan tradisional. Namun, kondisi anak belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
Pada Rabu (15/7/2026), kedua orang tuanya kemudian menghubungi dr. Rita Oktasari, yang berpraktik di Desa Srikaton, Jalan Paris, RT 005/RW 003, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin.
Berdasarkan gejala yang disampaikan, dr. Rita menduga anak tersebut mengalami Flu Singapura.
“Kemungkinan terkena Flu Singapura. Besok saya belikan obatnya. Saya baru pulang sekitar pukul 08.00 WIB. Bawa dulu anaknya ke klinik, nanti saya minta asisten untuk memeriksanya,” ujar dr. Rita Oktasari.
Menindaklanjuti arahan tersebut, orang tua Reva segera membawa putrinya ke klinik. Setibanya di lokasi, pasien langsung mendapat pemeriksaan oleh asisten dr. Rita Oktasari serta diberikan pengobatan dan penanganan sesuai kondisi pasien.
Dalam keterangannya, dr. Rita Oktasari menjelaskan bahwa Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri dalam waktu 7 hingga 10 hari dengan pengobatan suportif.
“Flu Singapura sangat mudah menular, terutama pada anak-anak, melalui percikan ludah, cairan dari lepuh, tinja, maupun kontak dengan benda yang telah terkontaminasi virus,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan penyakit tersebut.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan mainan serta peralatan makan anak, menghindari kontak langsung dengan penderita, menggunakan masker saat sedang sakit, serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan memperbanyak minum air putih.
Selain itu, apabila anak mengalami demam yang disertai sariawan serta muncul ruam atau bintil pada telapak tangan, telapak kaki, maupun di sekitar mulut, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Anak juga sebaiknya tidak masuk sekolah atau tempat penitipan hingga dinyatakan sembuh agar tidak menularkan penyakit kepada anak lainnya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat serta penanganan medis yang cepat, diharapkan penyebaran Flu Singapura di wilayah Kabupaten Banyuasin dapat dicegah sejak dini.
Penulis : Rosidi
Editor : Rosidi
Sumber Berita: Reva












