Banyuasin (Sumatera Selatan),cybermabespolri.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (17/8/2026), berlangsung khidmat. Namun, jalannya upacara sempat diwarnai insiden tak terduga saat pengibaran bendera Merah Putih.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di Lapangan Upacara Kecamatan Air Salek dan diikuti unsur pemerintahan, TNI, Polri, kepala desa, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda se-Kecamatan Air Salek.
Turut hadir Camat Air Salek Mulyadi, S.Sos., M.Si., Sekcam Mudikan, S.Sos., M.Si., Khabib S Ip beserta jajaran staf, Sutarmin S.Pd M AP.,personel Pospol Air Salek Supri Sukoco bersama anggota, serta jajaran Koramil 430-02/Sungsang Kodim 0430/Banyuasin yang hadir di antaranya Pelda Qori Kurniawan, Sertu Nasrullah dan Koptu Sutomo.
Kehadiran jajaran Koramil 430-02/Sungsang menjadi bagian dari sinergitas TNI bersama pemerintah kecamatan dan seluruh elemen masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Tali Bendera Diduga Putus
Momen pengibaran bendera sempat mengalami kendala. Bendera Merah Putih tidak dapat berkibar sebagaimana mestinya karena tali pada tiang bendera diduga putus.
Situasi tersebut sempat membuat prosesi pengibaran terhambat. Di tengah kondisi itu, seorang anggota organisasi pencak silat IKS PI Kera Sakti, Husni, secara spontan mengambil keputusan untuk memanjat tiang bendera guna mengambil dan menarik tali yang bermasalah.

Husni mengaku dirinya tidak melihat ada orang lain yang berinisiatif memanjat tiang. Karena tidak ingin bendera Merah Putih gagal berkibar, ia kemudian memberanikan diri memanjat meski menyadari adanya risiko terjatuh.
“Pertama tuh kan bendera idak berkibar lagi. Kalau idak dipanjat, sedangkan kujingok dak katek nian yang nak turun. Daripada dak berkibar nian, lemak aku be yang manjat. Resikonya nyampak-nyampak,” terang Husni.
Berkat tindakan spontan tersebut, tali berhasil diambil dan ditarik sehingga bendera Merah Putih akhirnya dapat berkibar dan prosesi upacara kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Paskibraka Sempat Jatuh Lemas
Selain insiden tali bendera, suasana upacara juga sempat diwarnai kejadian salah seorang anggota Paskibraka wanita yang jatuh lemas. Anggota Paskibraka tersebut diduga mengalami kelelahan.
Beruntung, tim kesehatan yang telah disiagakan di lokasi langsung memberikan penanganan sehingga kondisi tersebut dapat ditangani.
Camat Air Salek Mulyadi mengapresiasi seluruh anggota Paskibraka yang telah berupaya memberikan penampilan terbaik dalam pelaksanaan upacara.
Ia juga secara khusus mengapresiasi tindakan spontan Husni yang dinilai sigap mengambil keputusan dalam situasi yang tidak terduga.
“Itu luar biasa, saya bangga dengan itu. Maka tadi sebelum turun saya menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada para pesilat yang dengan tanpa komando naik dan terus menarik tali,” ujar Mulyadi.
Pesilat Berpeluang Mendapat Penghargaan
Mulyadi mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan pemberian penghargaan kepada Husni atas keberanian dan inisiatifnya membantu kelancaran prosesi pengibaran bendera.
“Ya, nanti kita pertimbangkan karena ini sifatnya dadakan. Bisa jadi yang bersangkutan kita panggil untuk memberikan penghargaan dan sebagainya. Kalau itu adalah upaya yang sangat luar biasa, inisiatif tanpa komando,” tambahnya.
Mulyadi menilai tindakan tersebut menunjukkan kepedulian dan keberanian dalam menjaga kehormatan prosesi pengibaran Sang Merah Putih.
Secara keseluruhan, upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Air Salek berlangsung aman, tertib dan kondusif hingga selesai.
Penulis : Rosidi
Editor : Rosidi
Sumber Berita: Husni












