BUDI RIZKIYANTO: PUTRA TANJUNG LAUT DAN JEJAK KEJAYAAN TANAH SRIWIJAYA

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir (Sumatera  Selatan),Cybermabespolri.com — Budi Rizkiyanto adalah putra daerah yang berasal dari Desa Tanjung Laut, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Identitas tersebut bukan sekadar penanda geografis tentang tempat seseorang berasal, melainkan memiliki hubungan dengan perjalanan panjang sejarah tanah Ogan dan peradaban besar yang pernah menjadikan Sumatera sebagai salah satu pusat kekuatan di Asia Tenggara.

 

Tanah Ogan tumbuh bersama peradaban sungai. Sungai menjadi jalur kehidupan, perdagangan, pertanian, pertemuan antarmasyarakat, sekaligus jalur masuk dan berkembangnya berbagai pengaruh kebudayaan. Dalam sejarah Sumatera Selatan, kawasan ini merupakan bagian dari bentang peradaban besar yang tidak dapat dilepaskan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

 

Pada masa kejayaannya, sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13, Sriwijaya bukanlah kerajaan kecil yang hanya dikenal di wilayah Nusantara. Sriwijaya merupakan salah satu kekuatan maritim terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pengaruhnya menjangkau jalur perdagangan strategis, terutama kawasan Selat Malaka dan perairan yang menghubungkan India, Nusantara, hingga Tiongkok.

 

Kekuatan Sriwijaya terletak pada kemampuannya menguasai jalur laut, membangun hubungan diplomatik, serta mengendalikan aktivitas perdagangan internasional di kawasan. Dalam catatan sejarah, Sriwijaya dikenal memiliki jaringan hubungan dengan kerajaan-kerajaan di India dan Tiongkok serta menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Buddha yang penting di Asia.

 

Jika dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan besar lain pada zamannya, Sriwijaya memiliki posisi yang sangat kuat dan diperhitungkan. Namun, sejarah tidak tepat jika Sriwijaya disebut sebagai kerajaan yang menguasai seluruh dunia atau lebih kuat secara mutlak daripada seluruh penguasa di muka bumi.

 

Pada masa yang sama, dunia juga memiliki kekuatan-kekuatan besar lain, termasuk Dinasti Tang di Tiongkok, kekhalifahan besar di Timur Tengah, serta berbagai kerajaan kuat di India. Tetapi dalam konteks dunia maritim Asia Tenggara, Sriwijaya merupakan salah satu kekuatan paling berpengaruh pada zamannya.

 

Karena itu, kebanggaan terhadap Sriwijaya bukanlah sekadar romantisme sejarah. Sriwijaya menunjukkan bahwa tanah Sumatera Selatan pernah berdiri sebagai pusat kekuatan, perdagangan, ilmu pengetahuan, diplomasi, dan peradaban yang memiliki pengaruh luas.

 

DARI JEJAK SRIWIJAYA KE TANAH OGAN

 

Sejarah kemudian bergerak. Setelah masa kejayaan Sriwijaya, wilayah Sumatera Selatan mengalami berbagai perubahan kekuasaan dan perkembangan politik. Pengaruh Palembang berkembang dalam perjalanan sejarah berikutnya, termasuk pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.

 

Sementara itu, masyarakat di wilayah Ogan membangun kehidupan sosialnya melalui adat, dusun, dan sistem marga. Masyarakat memiliki tata kehidupan sendiri, kepemimpinan lokal, musyawarah, serta ikatan sosial yang kuat.

 

Dalam sistem pemerintahan tradisional masyarakat Ogan, dikenal pemimpin marga yang disebut Pasirah, sementara pemerintahan tingkat dusun dipimpin oleh Kerio. Hal tersebut menunjukkan bahwa jauh sebelum sistem pemerintahan modern terbentuk, masyarakat telah memiliki sistem sosial dan kepemimpinan yang berakar pada adat.

 

Pada masa kolonial, wilayah Ogan Ilir berkembang menjadi bagian dari sistem administrasi pemerintahan di Sumatera Selatan. Kemudian, dalam perjalanan Indonesia merdeka, wilayah ini sempat menjadi bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ilir sebelum akhirnya perjuangan panjang masyarakat menghasilkan terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir sebagai daerah otonom.

 

BUKAN SEKADAR TANAH KELAHIRAN

 

Bagi Budi Rizkiyanto, Desa Tanjung Laut bukan sekadar nama kampung halaman.

 

Tanjung Laut adalah bagian dari tanah Ogan.

 

Ogan adalah bagian dari Sumatera Selatan.

 

Dan Sumatera Selatan adalah salah satu tanah yang menyimpan jejak peradaban besar Sriwijaya.

 

Dari tanah yang memiliki perjalanan sejarah panjang itulah lahir generasi-generasi yang membawa karakter masyarakat Sumatera Selatan: menjunjung harga diri, menghormati adat, mengutamakan musyawarah, memiliki keberanian, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan.

 

Budi Rizkiyanto membawa identitas tersebut sebagai putra daerah Ogan Ilir.

 

Ketika berbicara tentang keadilan, keberanian, dan perjuangan rakyat, Budi Rizkiyanto memandang bahwa perjuangan tidak boleh hanya berhenti pada kepentingan pribadi. Tanah yang memiliki sejarah besar seharusnya melahirkan manusia yang memiliki tanggung jawab besar pula terhadap masyarakatnya.

 

SEMANGAT KEJAYAAN BUKAN UNTUK MENYOMBONGKAN DIRI

 

Kejayaan Sriwijaya seharusnya tidak hanya menjadi cerita masa lalu.

 

Semangat kejayaan itu dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Selatan, pernah memiliki kemampuan membangun kekuatan besar melalui kecerdasan, perdagangan, diplomasi, penguasaan jalur strategis, dan kemampuan menyatukan berbagai kepentingan.

 

Sriwijaya kuat bukan hanya karena wilayahnya, tetapi karena kemampuannya membangun pengaruh.

 

Sriwijaya besar bukan semata karena kekuatan fisik, tetapi karena mampu menjadi pusat pertemuan dunia pada zamannya.

 

Maka generasi hari ini memiliki tugas yang berbeda.

 

Bukan lagi membangun kerajaan.

 

Bukan pula menguasai bangsa lain.

 

Tetapi membangun Indonesia yang kuat, berdaulat, berkeadilan, dan dihormati.

 

Dari Tanjung Laut menuju Ogan Ilir.

Dari Ogan Ilir menuju Sumatera Selatan.

Dari Sumatera Selatan membawa semangat untuk Indonesia.

 

Budi Rizkiyanto berdiri dengan satu keyakinan bahwa seseorang tidak boleh melupakan tanah asalnya.

 

Karena seseorang yang mengetahui dari mana ia berasal akan lebih memahami ke mana ia harus melangkah.

 

Tanjung Laut adalah tanah asal.

Ogan adalah akar.

Sumatera Selatan adalah sejarah.

Dan Indonesia adalah perjuangan.

 

“Kami boleh lahir dari desa, tetapi sejarah membuktikan bahwa tanah ini pernah melahirkan peradaban yang diperhitungkan dunia. Maka jangan pernah memandang kecil anak desa, karena dari tanah yang sederhana dapat lahir manusia dengan cita-cita besar.”

 

BUDI RIZKIYANTO

Putra Tanjung Laut, Ogan Ilir, Sumatera Selatan

Untuk keadilan, keberanian, dan perjuangan rakyat Indonesia.

Penulis : Budi Rizki Yanto

Editor : Red

Sumber Berita: Budi Rizki Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY
Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni
HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng
Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru
Penegakan Hukum Karhutla Harus Berbasis Teknologi, Ini Gagasan Tony Saputra Tony Saputra Soroti Strategi Collaborative Policing Hadapi Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas
Operasi Aman Nusa II Padamkan Karhutla di Desa Ibul Besar I Ogan Ilir
Wakapolda Sumsel Perkuat Penyidikan untuk Optimalkan Penegakan Hukum Karhutla
Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:58 WIB

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY

Selasa, 1 September 2026 - 22:49 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni

Selasa, 1 September 2026 - 22:32 WIB

HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng

Selasa, 1 September 2026 - 18:19 WIB

Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru

Selasa, 1 September 2026 - 16:39 WIB

Penegakan Hukum Karhutla Harus Berbasis Teknologi, Ini Gagasan Tony Saputra Tony Saputra Soroti Strategi Collaborative Policing Hadapi Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas

Berita Terbaru

Palembang

Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:19 WIB

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!