Kayu Agung (Sumatera Selatan),Cybermabespolri.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan bedah buku Assessment Kualitas Pemilu, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti lebih dari 300 peserta, baik dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan maupun dari sejumlah daerah di luar Sumatera Selatan.
Buku Assessment Kualitas Pemilu merupakan karya Prof. Warjio, Ph.D., dan kawan-kawan yang mengulas berbagai aspek penyelenggaraan pemilu, kompleksitas kepemiluan, serta pendekatan dan metodologi untuk melakukan asesmen terhadap kualitas dan integritas pemilu.
Kegiatan tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai forum akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi penyelenggara pemilu, akademisi, praktisi, serta masyarakat untuk melihat penyelenggaraan pemilu secara lebih kritis, objektif, terukur, dan berbasis evaluasi.
KPU OKI: Kritik dan Evaluasi Merupakan Bagian dari Perbaikan Demokrasi
Ketua KPU Kabupaten OKI, Muhammad Irsan, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembahasan buku tersebut memiliki relevansi penting karena tidak hanya menawarkan perspektif teoritis, tetapi juga dapat menjadi bahan refleksi terhadap dinamika demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.
«“Buku yang akan dibedah adalah Assessment Kualitas Pemilu karya Bapak Warjio dan kawan-kawan. Secara singkat, buku ini membahas seluk-beluk penyelenggaraan pemilu, kompleksitas kepemiluan, serta metodologi asesmen untuk mengukur kualitas dan integritas pemilu,” ujar Muhammad Irsan.»
Ia menilai forum akademik seperti ini dapat menjadi salah satu ruang introspeksi bagi penyelenggara pemilu. Kritik, masukan, dan gagasan yang berkembang dari lingkungan akademik maupun masyarakat, menurutnya, penting sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan.
«“Kritik, saran serta diskursus yang lahir dari ruang akademik dan masyarakat luas melalui buku ini sangat kami butuhkan untuk evaluasi dan perbaikan kualitas demokrasi ke depan,” katanya.»
Muhammad Irsan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi dapat menghasilkan gagasan yang aplikatif dalam memperkuat literasi kepemiluan dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi.
Berkaitan Langsung dengan Penyelenggaraan Teknis Pemilu
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten OKI, Antoni Ahyar, S.H., M.H., didampingi Kasubag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, Yudi Zulvani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa materi yang dibahas memiliki keterkaitan langsung dengan tugas teknis penyelenggaraan pemilu.
Menurut Antoni, pendekatan asesmen kualitas pemilu dapat menjadi salah satu instrumen akademik untuk melihat berbagai aspek penyelenggaraan pemilu secara lebih sistematis.
«“Ini merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, sehingga kita dapat mencoba mengkritisi dan menilai kualitas pemilu sebagai bahan pedoman dan acuan untuk pemilu yang akan datang,” jelasnya.»
Pendekatan tersebut dinilai penting agar evaluasi pemilu tidak hanya didasarkan pada persepsi, tetapi juga dapat dikembangkan melalui indikator, data, pengalaman penyelenggaraan, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Hadirkan Akademisi dan Praktisi
Kegiatan bedah buku tersebut menghadirkan dua penulis sebagai narasumber, yakni Prof. Warjio, Ph.D., dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), dan Dr. Ade Indra Chaniago, dosen Ilmu Politik STISIPOL Candradimuka Palembang serta tutor UPBJJ UT Palembang.
Sementara panelis terdiri atas Handoko, M.Pd., anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan; Antoni Ahyar, S.H., M.H., Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten OKI; serta Syakbanudin, S.I.Kom., M.I.Kom., praktisi komunikasi dan jurnalistik dari Kabupaten OKI.
Kegiatan dipandu oleh Chemi Martin Punggar, S.H., M.H., selaku moderator.
Forum tersebut mempertemukan perspektif penyelenggara pemilu, akademisi, dan praktisi dalam membahas kualitas pemilu melalui pendekatan yang lebih terukur, kritis, dan berbasis evaluasi.
Kualitas Pemilu Merupakan Tanggung Jawab Bersama
Penyelenggaraan pemilu yang berkualitas pada prinsipnya tidak hanya berkaitan dengan terlaksananya tahapan pemilu secara administratif, tetapi juga menyangkut aspek integritas, transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, kepastian hukum, serta penghormatan terhadap prinsip demokrasi.
Karena itu, ruang akademik dan diskusi publik menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dapat terus dievaluasi secara terbuka dan konstruktif.
Semangat tersebut sejalan dengan amanat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya prinsip kedaulatan rakyat serta penyelenggaraan pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Bedah buku Assessment Kualitas Pemilu di KPU Kabupaten OKI dengan demikian dapat dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas literasi kepemiluan sekaligus membangun budaya evaluasi yang sehat.
Pemilu bukan sekadar persoalan siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya diselenggarakan secara transparan, berintegritas, dapat dipertanggungjawabkan, dan dipercaya masyarakat.
Penulis : Budi Rizki Yanto
Editor : Red
Sumber Berita: KPU OKI











