Ogan Ilir (Sumatera Selatan),Cybermabespolri.com — Pemerhati kebijakan publik Budi Rizkiyanto menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H. atas langkah penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta penguatan koordinasi bersama pemerintah kecamatan dan desa di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.
Apresiasi tersebut disampaikan Budi menyusul kunjungan kerja Kapolres Ogan Ilir ke Polsek Tanjung Batu, Selasa, 29 September 2026, yang antara lain membahas pencegahan Karhutla, pengawasan kegiatan masyarakat, pemberantasan potensi gangguan Kamtibmas, serta pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.
Menurut Budi, pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan, edukasi, koordinasi dan kehadiran langsung di tengah masyarakat, merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang perlu terus diperkuat.
«“Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti atas langkah turun langsung ke wilayah dan memberikan perhatian terhadap persoalan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Kamtibmas tidak dapat dibangun hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan, komunikasi dan kolaborasi,” ujar Budi Rizkiyanto.»
Budi menilai perhatian terhadap Karhutla juga memiliki dimensi yang luas. Pencegahan kebakaran bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi menyangkut perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi serta keselamatan warga.
Karena itu, menurutnya, pesan Kapolres agar kepala desa dan lurah aktif melakukan edukasi serta turun langsung ketika terjadi kebakaran merupakan bentuk penting dari penguatan tanggung jawab bersama di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
SINERGI HARUS MENJADI KEKUATAN UTAMA
Budi juga mengapresiasi ruang dialog yang dibangun dalam kunjungan tersebut. Adanya penyampaian persoalan masyarakat, termasuk isu peredaran narkoba, minuman keras dan berbagai persoalan sosial lainnya, menunjukkan bahwa komunikasi antara kepolisian dan unsur pemerintahan di tingkat bawah perlu terus dibuka.
“Polri tidak mungkin bekerja sendiri. Pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri mempunyai peran yang sama penting dalam menjaga keamanan. Karena itu, sinergi yang dibangun secara terbuka harus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Menurut Budi, koordinasi tersebut juga perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan secara terukur, sehingga setiap laporan, keluhan dan informasi masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan, prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
APRESIASI HARUS BERJALAN BERSAMA KONTROL PUBLIK
Budi menegaskan bahwa apresiasi kepada institusi kepolisian bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial masyarakat.
Sebaliknya, menurut dia, apresiasi dan pengawasan publik merupakan dua hal yang dapat berjalan berdampingan dalam membangun institusi penegak hukum yang profesional, transparan dan akuntabel.
«“Kita patut memberikan apresiasi ketika ada langkah dan kinerja yang positif. Namun apresiasi tidak boleh dimaknai sebagai penghentian kontrol masyarakat. Justru kepolisian yang kuat adalah kepolisian yang terbuka terhadap kritik, evaluasi dan pengawasan sesuai koridor hukum,” tegas Budi.»
Ia berharap pola kepemimpinan yang mengedepankan kehadiran langsung, komunikasi lintas sektor dan pencegahan gangguan Kamtibmas dapat terus dilaksanakan secara konsisten di seluruh wilayah hukum Polres Ogan Ilir.
Bagi Budi, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan hanya terlihat dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaan, respons terhadap persoalan masyarakat, transparansi, profesionalitas serta manfaat nyata yang dirasakan warga.
POLRI HARUS TERUS HADIR UNTUK MASYARAKAT
Budi menyampaikan bahwa masyarakat membutuhkan institusi kepolisian yang hadir secara profesional, humanis, tegas dalam penegakan hukum dan terbuka terhadap pengawasan.
Ia berharap Polres Ogan Ilir terus mempertahankan komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk narkotika, kriminalitas, konflik sosial dan Karhutla.
“Saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada Kapolres Ogan Ilir beserta seluruh jajaran atas langkah-langkah yang telah dilakukan. Semoga konsistensi ini terus dipertahankan, karena pada akhirnya masyarakat membutuhkan rasa aman, kepastian pelayanan dan penegakan hukum yang adil,” ujar Budi.
Menurutnya, seluruh upaya tersebut harus tetap berlandaskan Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hukum yang berlaku, prinsip profesionalitas, transparansi, akuntabilitas dan penghormatan terhadap hak masyarakat.
Budi Rizkiyanto
Pemerhati Kebijakan Publik
Penulis : Budi Rizki Yanto
Editor : Red
Sumber Berita: Humas Polres Ogan Ilir










