Pendekatan Humanis Strategi Terbaik Cegah Radikalisme

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com
Baturaja,-Sumatra Selatan
OKU TIMUR — Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kewaspadaan publik terhadap penyusupan paham radikal kembali disorot. Momentum ibadah dinilai kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan konstitusi, terutama melalui ruang digital dan forum keagamaan.

Peringatan keras itu disampaikan Imron, eks pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) Desa Batumas OKU Timur yang kini dipercaya sebagai Ketua Pengurus Anak Ranting Muhammadiyah Desa Batu Mas, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur.

Dengan nada tegas, Imron mewanti-wanti generasi muda dan kalangan masyarakat menengah agar tidak lengah terhadap manuver kelompok yang berlindung di balik simbol dan jargon keagamaan.

“Biasanya penyusupan terjadi lewat forum diskusi. Mereka memunculkan tokoh-tokoh yang tidak familiar, tapi punya pengaruh kuat. Nama kelompok tidak disebutkan, sehingga anggota baru sering tidak sadar sudah masuk dalam jaringan,” ungkap Imron, Rabu (25/02/2026).

Ia menegaskan, kelompok usia 11–18 tahun menjadi target paling rentan. Pada fase tersebut, anak dinilai masih dalam proses pencarian jati diri sehingga mudah terpengaruh narasi yang dibungkus secara persuasif.

“Usia 11 sampai 18 tahun sangat rentan. Karena itu pengawasan orang tua menjadi kunci. Anak-anak di usia ini mudah terpengaruh hal yang belum mereka pahami,” tegasnya.

Imron juga mengingatkan masyarakat umum untuk tidak ragu melakukan koordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan aktivitas kelompok yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

*Pendekatan Humanis Polri*
Dalam keterangannya, Imron turut membagikan pengalaman masa lalunya sebelum kembali ke pangkuan ideologi negara. Ia mengakui pendekatan aparat kepolisian berperan besar dalam proses perubahan dirinya.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan jajaran kepolisian — mulai tingkat Polda hingga Polres — berlangsung persuasif dan humanis, jauh dari stigma represif yang selama ini didoktrinkan di internal kelompok.

“Kami dulu didoktrin seolah akan menghadapi pendekatan militer. Tapi yang kami rasakan justru pembinaan yang humanis dan komunikatif. Itu yang akhirnya mengubah pandangan kami,” ujarnya.

Ia menilai pola penanganan yang mengedepankan pendekatan presisi dan kemanusiaan perlu terus dipertahankan, terutama dalam merangkul masyarakat yang pernah terpapar paham menyimpang.

Mengutip arahan pimpinan Muhammadiyah, Imron berharap tidak ada perubahan arah dalam penanganan yang justru berpotensi memicu ketegangan baru di lapangan.

“Yang kami rasakan sekarang sudah tepat — presisi dan humanis. Jika pendekatan ini berubah, kami khawatir justru memunculkan konflik baru,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya aktivitas keagamaan selama Ramadhan, masyarakat diimbau memperkuat kewaspadaan kolektif agar ruang ibadah tetap bersih dari infiltrasi paham yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Penulis : Yusuf eka saputra

Sumber Berita: Oku jhoni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY
Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni
HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng
Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II
Usai Gerebek Diskotik Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Dicopot dari Jabatan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri .
PAC Forum Cakar Sriwijaya Sematang Borang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran, Disambut Hangat Warga
Warga Lubuk Alai Rejang Lebong Ditemukan Meninggal di Rumahnya,Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Duka NTT adalah duka kita bersama. Negara harus hadir, masyarakat harus bergandengan.”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:58 WIB

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY

Selasa, 1 September 2026 - 22:49 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni

Selasa, 1 September 2026 - 22:32 WIB

HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Usai Gerebek Diskotik Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Dicopot dari Jabatan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri .

Berita Terbaru

Palembang

Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:19 WIB

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!