Cybermabespolri.com
Palembang — Dalam suasana santai menjelang waktu berbuka puasa, Firdaus Hasbullah menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan masyarakat dan rekanan juga teman media di Palembang pada Kamis (13/03/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi di bulan suci Ramadan.
Menurut Firdaus, puasa Ramadan bukan hanya dijalankan sebagai kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi momen untuk menemukan kearifan hidup. Ia menilai, Allah SWT memberikan manusia akal dan pikiran agar mampu memahami makna dari setiap ibadah yang dijalankan, termasuk puasa.
“Puasa Ramadan selain kita jalani karena ajaran agama Islam yang kita yakini, juga menjadi sarana untuk menemukan kearifan. Dengan puasa kita belajar banyak hal tentang kehidupan,” ujarnya saat berbincang santai bersama masyarakat.
Firdaus menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut murni dilakukan sebagai bentuk berbagi dan kehadiran dirinya di tengah masyarakat secara pribadi, tanpa ada unsur kepentingan lain.
Ia juga mengajak siapa saja untuk hadir dan menikmati kebersamaan di bulan penuh berkah ini.
Dalam keterangannya melalui sambungan telepon WhatsApp kepada wartawan yang akrab disapa Toyeng, Firdaus menyadari bahwa sebagian orang mungkin melihat kegiatan tersebut dari sudut pandang politik. Namun ia menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam.
“Kalau dilihat secara awam mungkin ada yang mengaitkannya dengan politik. Tapi Ramadan adalah bulan terbaik di antara seribu bulan. Kebersamaan dan memberi itu bukan soal banyak atau sedikitnya yang diberikan,” katanya.
Firdaus menambahkan bahwa puasa mengajarkan manusia tentang kesetaraan. Menurutnya, di saat berpuasa semua orang merasakan hal yang sama tanpa memandang status sosial.
“Dari puasa ini Allah menggambarkan bahwa manusia sebenarnya sama. Ketika lapar, baik orang miskin, orang kaya, masyarakat biasa, pejabat bahkan presiden, jawabannya sama: lapar,” jelasnya.
Sebagai wakil rakyat, Firdaus menilai tugasnya tidak hanya menyampaikan aspirasi terkait pemerintahan, tetapi juga harus hadir dan berbaur dengan masyarakat.
“Buka puasa bersama ini memang saya lakukan karena saya wakil rakyat. Wakil rakyat bukan hanya fokus pada aspirasi pemerintahan, tetapi juga harus merakyat dan hadir di tengah rakyat,” tambahnya.
“Di situlah sebenarnya filosofi Ramadhan bekerja. Ramadhan
bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang
menumbuhkan rasa empati dan rasa persaudaraan” terang Firdaus Hasbullah .
Yusuf
Penulis : Yusuf eka saputra
Sumber Berita: https://Palembang












