Sulewesi Tengah,-Cybermabespolri.com
Di atas panggung sejarah perjuangan bangsa, nama Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido, MBA terukir bagai aksara emas yang tak lekang oleh waktu. Beliau lahir di tanah yang subur dan berjiwa gagah pada 17 Februari 1960, tumbuh menjadi sosok yang membawa harapan besar bagi tanah kelahirannya, Sulawesi Tengah.
Kehadiran beliau di tengah kerinduan masyarakat tercatat dengan jelas waktu dan maknanya, tepatnya sekitar pukul 23.35 malam, hari Senin, 1 Juni 2026, atau kira-kira delapan jam yang lalu dari saat berita ini ditulis. Di saat kebanyakan orang sedang terlelap dalam tidur, beliau justru hadir dengan mata yang melek dan hati yang terjaga, menyambung asa rakyat di saat yang sunyi, seakan membuktikan bahwa “pemimpin sejati tak pernah tidur di saat rakyatnya masih membutuhkan perhatian dan kehadiran.”
Selama hampir tujuh tahun lamanya, beliau menepikan diri dari hiruk-pikuk dunia politik, mengabdikan diri di jalur usaha dengan penuh ketenangan dan kebijaksanaan. Namun, “seperti air yang mengalir ke laut, panggilan tugas dan kasih kepada rakyat takkan pernah terputus”. Melihat realitas reformasi yang belum sepenuhnya berpihak pada kehidupan rakyat, terlebih di daerah tercinta, hati nuraninya tergerak kembali. Beliau adalah satu-satunya putra daerah Sulawesi Tengah yang berani melangkah sejajar dan berjuang bahu-membahu bersama Ibu Megawati Soekarnoputri, memegang teguh cita-cita luhur: agar Indonesia dapat tegak berdiri di atas kakinya sendiri, berdaulat dan sejahtera.
Jejak langkah kepemimpinan beliau di tahun 1997 silam masih terasa sejuk dan manis dalam ingatan masyarakat. “Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, dan pemimpin yang jujur akan melahirkan rakyat yang makmur”. Demikianlah hasil kerja keras beliau dahulu, yang kini membuat masyarakat Desa Lemo, Parigi Moutong, para pemuda, serta para tokoh ormas merindukan kehadirannya dengan penuh kerinduan yang mendalam. Mereka berseru lantang, memohon agar pelita perubahan itu kembali dinyalakan, membawa semangat perjuangan ekonomi rakyat yang sejati.
Menyambut harapan tersebut, Ir. Rendy menyampaikan tekadnya dengan tegas namun rendah hati. Kehadirannya dini hari tadi bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan pertanda lahirnya sebuah babak baru. Sebuah acara akbar sedang dipersiapkan, yang Insya Allah akan digelar pada awal Juni mendatang di Parigi Moutong, sebagai bukti nyata kasih dan perhatiannya. Beliau pun tak bisa menyembunyikan kegelisahannya melihat hak rakyat tergerus, terutama adanya pemotongan Dana Desa, padahal “beri makan akarnya, maka pohon itu akan tumbuh rimbun; sejahterakan rakyat di desa, maka kokohilah pondasi negara”. Prinsipnya tetap kokoh tak tergoyahkan: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat.
Sebuah kesaksian emas datang dari seorang mantan Kepala Desa yang memilih bersembunyi dalam diam, namun suaranya bergema lantang: “Ir. Rendy adalah pemimpin sejati yang jiwa dan raganya sepenuhnya dipersembahkan bagi rakyat, nafasnya adalah perjuangan, tujuannya adalah kesejahteraan sesama.” Hal ini terbukti nyata ketika jiwa Pancasila yang membara terlihat jelas dalam setiap langkah dan sikapnya, seolah berkata bahwa nilai luhur bangsa ini masih hidup dan bersemayam kokoh di dalam dadanya.
Rekam jejak pengabdian beliau di kancah nasional pun patut diabadikan dalam lembaran sejarah. Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2009–2014 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, beliau dipercaya memikul tanggung jawab besar sebagai Anggota Komisi V dan Ketua Poksi Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI. Di bawah kepemimpinannya yang bijak, urusan Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan ditangani dengan kehati-hatian dan ketegasan, bekerja sama dengan lembaga-lembaga strategis negara mulai dari Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi dan Komnas HAM. Beliau mengemban amanah itu bagaikan “nahkoda yang ulung mengemudikan kapal di tengah lautan bergelombang, membawa keselamatan dan ketertiban bagi segenap penumpangnya.”
Kini, dengan segala pengalaman, kearifan, dan jiwa perjuangan yang tak pernah pudar, Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido kembali hadir, membawa harapan bahwa reformasi yang sejati dan kesejahteraan yang adil pasti akan tumbuh subur kembali di tanah Sulawesi Tengah.
Penulis : M. Raihan Panintjo
Editor : Za
Sumber Berita: Sulewesi tengah palu












