HNSI Banyuasin Minta KKP dan Instansi Terkait Turun Lapangan Usut Penyebab Ikan Paus Masuk Pemukiman Warga

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com

BANYUASIN – Indra Setiawan,SE Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Banyuasin (DPC HNSI) meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sumatera Selatan dan dinas Perikanan Banyuasin bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan investigasi terkait masuknya ikan paus ke wilayah pemukiman warga.
HNSI menilai kejadian tersebut tidak boleh hanya dilakukan penanganan sementara, mengingat ikan paus merupakan satwa laut yang mendapatkan perlindungan. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi hewan laut tersebut. KKP sendiri memiliki kewenangan dalam penanganan biota laut dilindungi dan kejadian terdampar maupun konflik satwa laut.

Indra menyampaikan bahwa pemerintah perlu mencari penyebab utama mengapa ikan paus dapat masuk hingga mendekati pemukiman warga Sungsang – Banyuasin apakah akibat perubahan ekosistem laut, gangguan habitat, kondisi perairan, aktivitas manusia, atau faktor lainnya.
“Ini bukan hanya persoalan penyelamatan ikan paus, tetapi harus dicari akar masalahnya. Kami meminta KKP, pemerintah daerah, dan instansi terkait segera turun melakukan pemeriksaan di lokasi agar dapat diketahui penyebab sebenarnya,” ujarnya.

HNSI juga meminta agar masyarakat diberikan edukasi dan imbauan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut karena merupakan hewan yang harus dilindungi. KKP dalam berbagai penanganan satwa laut dilindungi menekankan pentingnya koordinasi lapangan dengan instansi terkait dalam proses penyelamatan dan perlindungan.

Menurut HNSI, kejadian seperti ini menjadi perhatian bersama karena laut merupakan ruang hidup bagi nelayan dan berbagai jenis biota. Pemerintah diharapkan melakukan langkah cepat, penelitian, serta evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Penulis : Indra setiawan SE

Editor : Za

Sumber Berita: HNSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK KERTAPATI TERIMA LAPORAN PENGANIAYAAN, KORBAN INTAN PANDINI ALAMI LUKA DI WAJAH
Polda Sumsel Tangkap Dua Buruh Pembakar Lahan Seluas 1,5 Hektare di Palembang
Sumur Warga Mengering, Polda Sumsel Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Muara Lakitan
Kecamatan Air Salek Gelar Sholat Istisqa, Warga Bersama-sama Memohon Turunnya Hujan
Pemdes Saleh Agung Salurkan Bantuan Beras Bulog kepada 270 KPM
Cegah Radikalisme di Kampus,Tim Cegah Desus 88 Sumsel Edukasi 1700 Mahasiswa Baru UIN Palembang.
Pemdes Saleh Mukti Salurkan Bantuan Beras Bulog kepada 391 KPM
Evaluasi Kinerja , Polres Rejang Lebong Gelar Anev dan Gelar Operasional Triwulan III Tahun 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 20:15 WIB

POLSEK KERTAPATI TERIMA LAPORAN PENGANIAYAAN, KORBAN INTAN PANDINI ALAMI LUKA DI WAJAH

Kamis, 3 September 2026 - 18:51 WIB

Polda Sumsel Tangkap Dua Buruh Pembakar Lahan Seluas 1,5 Hektare di Palembang

Kamis, 3 September 2026 - 13:58 WIB

Sumur Warga Mengering, Polda Sumsel Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Muara Lakitan

Rabu, 2 September 2026 - 20:45 WIB

Pemdes Saleh Agung Salurkan Bantuan Beras Bulog kepada 270 KPM

Rabu, 2 September 2026 - 19:30 WIB

Cegah Radikalisme di Kampus,Tim Cegah Desus 88 Sumsel Edukasi 1700 Mahasiswa Baru UIN Palembang.

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!