Advokat Rikha Permatasari Prihatin dan Siapkan Gugatan terhadap Presiden RI:* _*”Martabat Profesi Tidak Boleh Dihinakan dari Mimbar Kekuasaan”

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta(DKI Jakarta),Cybermabespolri.com – 29 Juli 2026 Dr. (c) Adv. Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM. menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Presiden Republik Indonesia atas pernyataan yang menurut penilaiannya berpotensi menstigmatisasi Profesi tertentu, termasuk advokat, wartawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan elemen masyarakat sipil lainnya.

 

Menurut Rikha, kritik terhadap individu yang melakukan pelanggaran hukum adalah hal yang sah dalam negara demokrasi. Namun, seorang kepala negara tidak seharusnya menggunakan narasi yang dapat dipahami sebagai pelabelan terhadap suatu profesi secara keseluruhan.

_”Seorang Presiden bukan hanya pemegang kekuasaan pemerintahan, tetapi juga simbol Pemersatu Bangsa. Oleh karena itu, setiap ucapan Seorang Kepala Negara harus mencerminkan penghormatan terhadap konstitusi, martabat warga negara, dan etika penyelenggaraan negara._

 

Kritik terhadap oknum tidak boleh berubah menjadi stigma terhadap profesi.”

Rikha menegaskan bahwa advokat, wartawan, dan organisasi masyarakat sipil merupakan bagian dari pilar negara hukum yang menjalankan fungsi konstitusional dalam mengawasi penyelenggaraan negara dan memperjuangkan hak-hak warga negara.

 

Ia mengingatkan bahwa *Pasal 1 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945* menegaskan Indonesia adalah negara hukum. Konsekuensinya, setiap penyelenggara negara wajib menjunjung tinggi Supremasi Hukum, bukan memperlemah kepercayaan publik terhadap Profesi yang dilindungi undang-undang.

Lebih lanjut, *Pasal 27 ayat (1) UUD 1945* menjamin persamaan kedudukan setiap warga negara di hadapan hukum dan pemerintahan, sedangkan *Pasal 28D ayat (1)* menjamin hak atas pengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil.

Dalam konteks kebebasan berekspresi dan demokrasi, *Pasal 28E ayat (3) serta Pasal 28F UUD 1945* menjamin hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi. Oleh karena itu, penghormatan terhadap Profesi Advokat, Pers, dan Masyarakat Sipil merupakan bagian dari penghormatan terhadap sistem demokrasi itu sendiri.

Rikha juga menegaskan bahwa Profesi Advokat memperoleh landasan hukum melalui *Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003* tentang Advokat, yang menempatkan advokat sebagai salah satu penegak hukum yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab. Sementara Profesi Pers dijamin oleh *Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999* tentang Pers sebagai salah satu Instrument Kontrol Sosial dalam Negara Demokrasi.

_”Kalau ada Advokat yang melanggar hukum, proses advokat tersebut. Kalau ada Wartawan yang melanggar hukum, proses wartawan tersebut. Kalau ada pejabat yang menyalahgunakan jabatan, Proses Pejabat tersebut._

 

Negara hukum mengadili individu berdasarkan perbuatannya, bukan menghakimi seluruh Profesinya.”

Rikha menambahkan bahwa pejabat publik justru memikul tanggung jawab etik dan Konstitusional yang lebih besar karena menjalankan amanat rakyat.

_”Pejabat negara digaji dari uang rakyat. Karena itu, setiap penggunaan kewenangan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, moral, dan konstitusional. Tidak boleh ada standar ganda dalam negara hukum.”_

Menurut Rikha, langkah hukum yang sedang dipersiapkan bukan bertujuan menyerang pribadi Presiden, melainkan menguji batas-batas konstitusional mengenai tanggung jawab pejabat publik dalam menyampaikan pernyataan yang berdampak luas terhadap martabat profesi dan kehidupan demokrasi.

_”Tidak ada seorang pun yang berada di atas konstitusi. Negara hukum memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menguji tindakan penyelenggara negara melalui mekanisme hukum yang tersedia._ Pengadilanlah yang nantinya akan menilai ada atau tidaknya dasar hukum dari gugatan tersebut.”

Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh pejabat negara menjadikan komunikasi publik sebagai instrumen pemersatu bangsa, bukan sebagai sarana yang berpotensi memperuncing stigma terhadap profesi-profesi yang memiliki peran penting dalam penegakan hukum, kebebasan pers, dan penguatan demokrasi Indonesia.

Penulis : Budi Rizki yanto

Editor : As

Sumber Berita: Dr. (c) Adv. Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan
GO INDONESIA DORONG PENDIDIKAN POLITIK DAN REFORMASI DEMOKRASI: RAKYAT BUKAN SEKADAR PEMILIH, MELAINKAN PENGAWAS KEKUASAAN
BUDI RIZKIYANTO: HORMATI PUTUSAN MK, BACA SECARA UTUH DAN JANGAN MELAMPAUI AMAR PUTUSAN
Komplek TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online dan 32 Komputer Diamankan
Kapolri Mutasi 89 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Bergeser
KAPOLRI BARU, PENGUJIAN TATA KELOLA LAMA
SELAMAT HARI BATIK NASIONAL DAN HARI TANPA KEKERASAN INTERNASIONAL
Presiden GANN Fakhruddin bin Abdullah Nyatakan Siap Pimpin BNN RI, Dukungan dari Internal Organisasi Mengemuka
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:58 WIB

GO INDONESIA DORONG PENDIDIKAN POLITIK DAN REFORMASI DEMOKRASI: RAKYAT BUKAN SEKADAR PEMILIH, MELAINKAN PENGAWAS KEKUASAAN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:37 WIB

BUDI RIZKIYANTO: HORMATI PUTUSAN MK, BACA SECARA UTUH DAN JANGAN MELAMPAUI AMAR PUTUSAN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:22 WIB

Komplek TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online dan 32 Komputer Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Kapolri Mutasi 89 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Bergeser

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!