Buzer lecehkan KPK tak mungkin ungkap dugaan korupsi Gubernur Sumsel, Ariefia Hamdani : KPK terlalu lamban

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com

Palembang,-Sumatra Selatan
Semakin hari semakin banyak masyarakat bertanya tentang kinerja KPK yang terkesan lamban, penuh gaya tapi tidak terkordinasi dan diduga terkontaminasi mafia kasus.

Isue tak sedap yang beredar di kalangan pegiat anti korupsi kalau KPK bertindak harus se izin dan restu mantan Presiden Jokowi sehingga koruptor yang sowan ke Solo akan aman karena komisioner di pilih olehnya.

Ariefia Hamdani pelapor dugaan korupsi berupa suap yang diduga diterima oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, kesal dengan kinerja KPK yang lamban dan terkesan tidak terkordinasi, “lamban dan juga info simpang siur kalau ditanya tentang tindak lanjut laporan pengaduan”.

“Semua permintaan KPK sudah kita penuhi yaitu dokumen, putusan pengadilan perdata, video, rekening dan semua kelengkapan berkas terkait Villa Gandus”, kata Ariefia dengan tertawa kecil.

“Entah berapa kali saya ke KPK atas permintaan Dumas melengkapi berkas hingga dinyatakan lengkap untuk di serahkan ke penyidik”, lanjut Arief menepuk kening.

“Terakhir saya mendapat jawaban sudah dalam penyelidikan dan menunggu data dari PPATK untuk kelengkapan berkas yang telah saya sampaikan”, ucap Arief sambil menggelengkan Kepala.

“Kalau begini kinerja KPK dengan anggaran tak terbatas puluhan trilyun untuk kasus korupsi sebatas OTT maka lebih baik di bubarkan saja”, tegas Ariefia.

“Perkara Villa Gandus ibarat membalik telapak tangan untuk mengungkapnya dan bisa dilakukan penyidik pemula saja tapi ini seperti perkara mega korupsi yang harus di lakukan penyidikan tingkat dewa”, lanjut Ariefia dengan tertawa lebar.

“Pantas kalau buzer – buzer bayaran nyatakan kalau perkara Villa Gandus tak mungkin di ungkap oleh KPK karena Gubernur Sumsel tak mungkin tersentuh KPK”, pungkas Ariefia.

Penulis : 7firus

Sumber Berita: 7firus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERKUAT PUBLIKASI BERDAMPAK, TIM KEHUMASAN KANWIL KEMENAG SUMSEL LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI DI MAN 1 PALEMBANG
Perkuat Tata Kelola dan Kesiapsiagaan, Polda Sumsel Gelar Audit Kinerja dan Evaluasi Operasional
Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda
Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang
FASS Geruduk Polda Sumsel, Desak Usut Kekerasan terhadap Jurnalis dan Mahasiswa
Kapolda Sumsel Dengarkan Langsung Aspirasi Mahasiswa, Dialog Berlangsung Damai dan Kondusif
Kapolda Sumsel Serahkan Bantuan Material Renovasi Masjid Agung SMB II Palembang
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:26 WIB

PERKUAT PUBLIKASI BERDAMPAK, TIM KEHUMASAN KANWIL KEMENAG SUMSEL LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI DI MAN 1 PALEMBANG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Kesiapsiagaan, Polda Sumsel Gelar Audit Kinerja dan Evaluasi Operasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03 WIB

FASS Geruduk Polda Sumsel, Desak Usut Kekerasan terhadap Jurnalis dan Mahasiswa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!