CARA KAUM KAPITALIS MELAKUKAN PENAKLUKAN TERHADAP NEGARA YG KAYA SDA DAN POTENSI PASARNYA BESAR.

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com

Catatan : M Hatta Taliwang.

1. Cara Kekerasan / kekuatan militer. Seperti yg dilakukan thdp negara Libya, Irak, Venezuela, Iran dll oleh AS khususnya dan Blok Barat umumnya.

2.Cara Hard Influence.
Dengan melakukan
suap , komisi proyek, jabatan khusus di bisnis, pemberian fasilitas pribadi seperti  perjalanan ke luar negeri, pemberian  properti, memfasilitasi dengan wanita cantik dll
Ini disebut state capture.

3. Cara Soft Power Diplomacy. Memberi beasiswa, memberi gelar, memberi ,penghargaan kebudayaan dll
Tujuannya membangun goodwill,memperkuat hubungan diplomatik,
membuka akses ekonomi.
Masalah muncul karena
pemberian itu mempengaruhi kebijakan publik secara tidak transparan.

4.MemanfaatkanJaringan oligarki domestik.
Terkadang ini lebih dominan daripada pengaruh asing langsung. Mereka tergolong antek.
Pengusaha besar( Konglomerat/ Taipan) sering  membiayai politik dengan imbalan
proyek negara,
konsesi SDA,
regulasi yang menguntungkan.
Mereka ini menjelma atau disebut
oligarki politik-ekonomi

Biaya politik yg mahal,
pilkada, pemilu butuh dana besar.
Kandidat menjadi bergantung pada sponsor.
Sementara Institusi
penegakan hukum lemah dan  tidak konsisten.
pengawasan publik terbatas dan makin lemah karena LSM , Ormas dll sering terkooptasi. Didukung oleh
budaya patronase, budaya
relasi “balas jasa” sangat kuat.

Sementara ketergantungan negara pada  ekonomi global,
investasi asing ,
posisi tawar negara lemah menyebakab  elite “terkooptasi”,
kebijakan pro-elite, kurang  pro-rakyat, terjadi pengkhianatan pemimpin,
eksploitasi SDA minim nilai tambah,
kebocoran anggaran (korupsi),
ketimpangan meningkat.
Jadi masalahnya menjadi  sistemik.

Dengan sikon ekonomi politik seperti itulah akhirnya Indonesia ditaklukkan oleh kapitalis( global) sehingga penaklukan negara ini tak perlu dengan perang pisik berdarah darah seperti di Timur Tengah dll.

Kini masalah Indonesia sangat  dalam dan dilematik karena :

1.Struktur kekuasaan
politik dibiayai oligarki

2.Sistem ekonomi
ekstraktif, berbasis SDA mentah. Sedang diusahakan dg hilirisasi.

3. Kelembagaan
check and balance yg di banggakan pendukung UUD 2002, nyatanya keropos.

Lalu apa solusi atas kondisi demikian?

1.Mungkin perlu dipikirkan
bagaimana menurunkan biaya politik. Pilpres dan Pilkada mempertimbangkan sistem perwakilan musyawarah menurut sila ke 4 Pancasila.

2.Bagaimana memperkuat lembaga pengawas( Kejaksaan, Polisi, KPK dan lain lain).Perlu political will yg kuat dari Presiden.

3.Bagaimana mengurangi dominasi oligarki.

4.Bagaimana meningkatkan posisi tawar negara. Presiden dan Pemimpin Lembaga Tinggi Negara harus jadi contoh dan teladan, sehingga rakyat menghormati dan musuh menjadi segan, respek pada negara.

5. Dll
***MHT03052026***

Penulis : Budi

Editor : Za

Sumber Berita: Pemerintah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY
Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni
HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng
Usai Gerebek Diskotik Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Dicopot dari Jabatan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri .
Duka NTT adalah duka kita bersama. Negara harus hadir, masyarakat harus bergandengan.”
Polres Rejang Lebong Ringkus Pelaku Pencurian Kontrakan di Talang Rimbo Baru
Budi Rizkiyanto: Indonesia membutuhkan pembantu Presiden yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga berani memperjuangkan keadilan dan mengubah persoalan menjadi kebijakan
BRIGJEN HENGKI HARYADI DIPERCAYA PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA 
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:58 WIB

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY

Selasa, 1 September 2026 - 22:49 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni

Selasa, 1 September 2026 - 22:32 WIB

HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Usai Gerebek Diskotik Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Dicopot dari Jabatan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri .

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Duka NTT adalah duka kita bersama. Negara harus hadir, masyarakat harus bergandengan.”

Berita Terbaru

Palembang

Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:19 WIB

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!