DPW CACA Sumsel, PB FPMP Sumsel, dan DPD Galaksi Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek PJUTS Rp57 Miliar di Palembang

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang,cybermabespolri.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) CACA Sumsel bersama Pengurus Besar (PB) FPMP Sumsel dan DPD Galaksi Sumsel menyoroti dugaan penyimpangan serius dalam proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) pada Dinas Perhubungan Kota Palembang Tahun Anggaran 2025 yang dinilai berpotensi merugikan keuangan negara.

Tiga aktivis Sumatera Selatan, yakni Reza Fahlevi, Mukri AS, dan Dasri NH, menyatakan bahwa berdasarkan hasil kajian serta temuan di lapangan, terdapat sejumlah indikasi kuat yang mengarah pada dugaan praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Proyek ini menggunakan anggaran yang sangat besar, mencapai Rp57 miliar. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan banyak kejanggalan yang tidak bisa diabaikan,” ujar Dasri NH.

Menurut mereka, terjadi peningkatan anggaran proyek dari semula sekitar Rp32 miliar menjadi Rp57 miliar. Namun, kenaikan anggaran tersebut tidak diikuti dengan penambahan jumlah titik pemasangan secara proporsional, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait perencanaan dan penggunaan anggaran proyek.

Selain itu, mereka juga menyoroti dugaan penunjukan perusahaan penyedia yang dinilai masih relatif baru. Perusahaan tersebut disebut baru memperoleh izin usaha pada Agustus 2025, sehingga memunculkan keraguan terkait kapasitas, pengalaman, serta kemampuan memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan, termasuk ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, DPW CACA Sumsel, PB FPMP Sumsel, dan DPD Galaksi Sumsel menemukan dugaan tidak adanya papan informasi proyek pada sekitar 1.800 titik pemasangan PJUTS. Padahal, keberadaan papan proyek merupakan bagian dari prinsip transparansi publik dan telah tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Mereka juga menduga terdapat ketidaksesuaian spesifikasi teknis dengan nilai anggaran yang dialokasikan. Indikasi mark-up disebut menguat, termasuk pada penggunaan material tiang dengan kualitas beton yang diduga tidak memenuhi standar K225 serta metode pelaksanaan yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Lebih lanjut, ketiga organisasi tersebut menyoroti dugaan adanya intervensi dalam proses pemilihan penyedia melalui mekanisme e-katalog yang mengarah pada satu perusahaan tertentu tanpa proses pembandingan yang transparan. Praktik tersebut dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018.

“Kami juga menemukan indikasi kuat adanya persekongkolan antara PPK, kontraktor, dan konsultan pengawas, termasuk dugaan pekerjaan yang belum selesai namun sudah dilakukan penagihan,” ungkap Reza Fahlevi.

Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas dasar temuan tersebut, ketiga organisasi yang bergerak di bidang pengawasan publik, antikorupsi, dan demokrasi itu mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap proyek PJUTS tersebut.

Sementara itu, Mukri AS mendesak Wali Kota Palembang untuk segera mengevaluasi pejabat terkait, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan penyedia.

“Kami juga meminta dilakukan audit investigatif secara menyeluruh serta membuka seluruh dokumen pengadaan kepada publik. Ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas,” tegas Mukri AS.

Ketiga organisasi tersebut menegaskan bahwa proyek yang dibiayai dari uang rakyat tidak boleh menjadi ajang penyimpangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jika persoalan ini tidak diusut tuntas, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin menurun,” tutup Dasri NH.

Penulis : Budi Rizkiyanto

Editor : Rosidi

Sumber Berita: Mukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RESPONS CEPAT LAPORAN TOKOH MASYARAKAT, POLSEK BANYUASIN III AMANKAN PELAKU PENGANIAYAAN DAN PENGRUSAKAN
POLSEK TALANG KELAPA UNGKAP KASUS CURAS, PELAKU DITANGKAP BESERTA DUA SEPEDA MOTOR
Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi, Proyek P3TGAI di Desa Koripandyo Pati Disorot Warga
Warga Sungai Jok Keluhkan Jalan dan Jerambah Kayu Tak Kunjung Diperbaiki, Harap Pemerintah Segera Bertindak
POLSEK RAMBUTAN PERKUAT SINERGI DENGAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN ANTISIPASI KARHUTLA
PATROLI MALAM HINGGA STRONG POINT PAGI, SAT SAMAPTA POLRES BANYUASIN JAGA KAMTIBMAS TETAP KONDUSIF
Polda Sumsel Gelar Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Organisasi serta Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Upacara 17-an Korem 044/Gapo, Momentum Memperkuat Disiplin, Loyalitas, dan Pengabdian
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:17 WIB

RESPONS CEPAT LAPORAN TOKOH MASYARAKAT, POLSEK BANYUASIN III AMANKAN PELAKU PENGANIAYAAN DAN PENGRUSAKAN

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WIB

POLSEK TALANG KELAPA UNGKAP KASUS CURAS, PELAKU DITANGKAP BESERTA DUA SEPEDA MOTOR

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:52 WIB

Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi, Proyek P3TGAI di Desa Koripandyo Pati Disorot Warga

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:47 WIB

Warga Sungai Jok Keluhkan Jalan dan Jerambah Kayu Tak Kunjung Diperbaiki, Harap Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:26 WIB

POLSEK RAMBUTAN PERKUAT SINERGI DENGAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN ANTISIPASI KARHUTLA

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!