Keluhkan Air PDAM PERUMDA TIRTA BETUAH Hitam, Coklat Dan Berbau Warga Kenten Raya Geram Dan Resah

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin ,cybermabespolri.com
Warga di wilayah Kenten Laut , Talang keramat, Sei Sedapat dan sekitarnya di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, resah dan mengeluhkan buruknya pelayanan air bersih dari PDAM Tirta Bertuah.Minggu (22/2/2026).

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,
” Sebenarnya keluhan kami ini sudah bertahun tahun namun seperti tidak ada solusi dari pemerintah terkait, Sebaliknya yang terjadi Dalam beberapa pekan terakhir mengalir ke rumah-rumah warga bertambah keruh dan berwarna hitam pekat, serta berbau busuk, padahal warga sudah menunggu giliran sampai berminggu minggu datang air mengalir.” Kami minta solusi kepada pemerintah ucapnya.

Kemudian ‎Keluhan datang juga dari warga Perumahan Griya Damai Indah, Polygon, Taman Sari I dan perumahan Taman sari II. Mereka mengaku kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan memasak hingga sanitasi, waktu kami.

‎“Airnya hitam dan baunya menyengat. Tidak berani dipakai untuk mandi apalagi konsumsi. Kadang berhari-hari juga tidak mengalir,” kata Adi Rambang warga Griya Damai Indah kepada wartawan pada jum’ at yang lalu.

‎Menurut warga, “persoalan ini bukan baru terjadi. Namun dalam beberapa waktu terakhir kualitas air dinilai semakin memburuk. Sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari hari”. Ucapnya.

‎Mutadin, salah satu Ketua RT di Komplek Griya Damai Indah menyebut ” Sudah berulang kali laporan disampaikan kepada pihak pengelola air, tetapi belum ada perbaikan signifikan. “Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.

‎Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan anggota DPRD Kabupaten Banyuasin segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan kualitas air serta evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.

‎“Kami ini pelanggan yang rutin membayar. Tapi yang kami dapat air yang keruh ke hitaman dan bau air jauh dari layak pakai,” jelas Rommel
‎ kata warga lainnya yang memvideokan air keruh berbau busuk yang keluar dari pipa PDAM. Kami meminta :

1. Air bersih yang layak buat Sehari hari
2. Air mengalir sesuai jadwalnya
3. Paling tidak 5 hari sekali mengalir

‎‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PDAM Tirta Bertuah terkait penyebab air berwarna hitam dan berbau tersebut, termasuk langkah penanganan yang akan dilakukan.

‎Kabupaten Banyuasin sendiri merupakan wilayah penyangga Kota Palembang dengan pertumbuhan permukiman yang pesat. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk.

‎Warga berharap kabupaten Banyuasin yang disebut kabupaten masuk dalam kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Yang notabennya banyak perusahaan dan industri jadi patut dipertanyakan kemana PAD nya, warga Sangat mengharapkan Pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan air bersih bisa normal dan memenuhi standar kesehatan. Jika tidak, masyarakat mengancam akan melakukan aksi bersama sebagai bentuk protes atas buruknya pelayanan yang diterima.

Penulis : Merry

Sumber Berita: Arwin FRIC Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY
Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni
HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng
Penegakan Hukum Karhutla Harus Berbasis Teknologi, Ini Gagasan Tony Saputra Tony Saputra Soroti Strategi Collaborative Policing Hadapi Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas
Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II
Usai Gerebek Diskotik Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Dicopot dari Jabatan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri .
PAC Forum Cakar Sriwijaya Sematang Borang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran, Disambut Hangat Warga
Warga Lubuk Alai Rejang Lebong Ditemukan Meninggal di Rumahnya,Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:58 WIB

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY

Selasa, 1 September 2026 - 22:49 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni

Selasa, 1 September 2026 - 22:32 WIB

HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng

Selasa, 1 September 2026 - 16:39 WIB

Penegakan Hukum Karhutla Harus Berbasis Teknologi, Ini Gagasan Tony Saputra Tony Saputra Soroti Strategi Collaborative Policing Hadapi Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II

Berita Terbaru

Palembang

Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:19 WIB

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!