Korban Dugaan Salah Vonis HIV Tantang Polres Aceh Tenggara: Jika Tak Mampu Menangani, Berikan Surat Resmi dan Serahkan ke Polda Aceh

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane,cybermabespolri.com – Kesabaran keluarga korban dugaan salah vonis HIV yang terjadi di RSUD Sahudin Kutacane pada tahun 2014 tampaknya telah mencapai batas. Setelah lebih dari 12 tahun menanti kepastian hukum tanpa kejelasan yang memadai, keluarga korban kini menyampaikan tuntutan terbuka kepada Polres Aceh Tenggara.

Mereka meminta agar pihak kepolisian bersikap tegas dan transparan terhadap nasib laporan yang telah lama diajukan. Jika memang kasus tersebut tidak dapat ditangani atau tidak dapat dilanjutkan oleh Polres Aceh Tenggara, keluarga korban meminta agar hal itu dinyatakan secara resmi dan tertulis.

“Kami hanya meminta kejelasan. Jika memang tidak bisa ditangani, berikan kami surat resmi yang menyatakan demikian. Jangan biarkan kami terus menunggu tanpa kepastian selama bertahun-tahun,” ujar pihak keluarga korban.

Permintaan tersebut muncul karena hingga kini belum ada penjelasan terbuka mengenai perkembangan laporan dugaan salah vonis HIV yang telah menimbulkan dampak sosial, psikologis, dan ekonomi yang berat bagi korban.

Korban diketahui pernah dinyatakan mengidap HIV melalui surat keterangan medis yang diterbitkan RSUD Sahudin Kutacane. Namun setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit rujukan yang lebih lengkap, hasil pemeriksaan menyatakan korban tidak mengidap HIV.

Perbedaan hasil pemeriksaan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Akan tetapi, bertahun-tahun berlalu, keluarga korban mengaku belum memperoleh kepastian mengenai status penanganan perkara tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Apakah laporan tersebut masih diproses, dihentikan, atau justru tidak lagi menjadi prioritas penanganan?

Keluarga korban juga meminta perhatian langsung dari Kepolisian Republik Indonesia dan Polda Aceh untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan perkara yang dinilai berlangsung terlalu lama tanpa kepastian.

Menurut mereka, evaluasi diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum yang memiliki tugas memberikan kepastian, perlindungan, dan rasa keadilan kepada warga negara.

“Kami meminta Kapolri dan Polda Aceh melihat langsung persoalan ini. Kami hanya rakyat kecil yang mencari keadilan. Jika memang ada hambatan, sampaikan kepada kami. Jika perkara tidak bisa dilanjutkan, jelaskan dasar hukumnya. Jangan biarkan perkara ini menggantung tanpa kepastian,” kata keluarga korban.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada jajaran Polres Aceh Tenggara terkait perkembangan penanganan laporan tersebut belum memperoleh tanggapan resmi.

Kasus yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu kini tidak hanya menjadi persoalan dugaan kesalahan medis, tetapi juga menjadi ujian terhadap transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

Publik pun menunggu jawaban sederhana yang hingga kini belum terjawab, sejauh mana laporan masyarakat diproses, dan kapan korban memperoleh kepastian hukum yang selama ini mereka perjuangkan?

Sebab dalam negara hukum, keadilan yang tertunda terlalu lama berisiko kehilangan maknanya bagi mereka yang menjadi korban.

Penulis : Lamsin Skd

Editor : Rosidi

Sumber Berita: Humas Polres Aceh Tenggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Rejang Lebong Hadiri Minggu Kasi Di HKBP Curup: Eratkan Silahturahmi Dan Jaga Kamtibmas Bersama
Jumlah Pengabdian Polri: Selalu Berpijak Pada Kepentingan Rakyat
Polsek Rambutan Evakuasi Perempuan yang Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Alzafa Residence
Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut
Insiden Kereta Babaranjang di Karang Bindu, Polres Prabumulih Lakukan Penanganan di Lokasi
Gelar Subuh Keliling di Masjid At-Taqwa, Kapolsek Rambang Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda
Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Kapolres Rejang Lebong Hadiri Minggu Kasi Di HKBP Curup: Eratkan Silahturahmi Dan Jaga Kamtibmas Bersama

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Jumlah Pengabdian Polri: Selalu Berpijak Pada Kepentingan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Polsek Rambutan Evakuasi Perempuan yang Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Alzafa Residence

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Insiden Kereta Babaranjang di Karang Bindu, Polres Prabumulih Lakukan Penanganan di Lokasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!