TEROR TERHADAP PERS: Wartawan Batam Kritis Ditikam, Liputan Sindikat Judi dan Miras Diduga Jadi Pemicu

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam(Kepulauan Riau)-Cybermabespolri.com — Keamanan jurnalis dan kebebasan pers di Kota Batam kembali mendapat ujian keras. Seorang wartawan lokal, Muhammad Buhari, kini harus berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan intensif akibat penikaman brutal oleh tiga Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat (10/7/26) dini hari.

 

Insiden berdarah ini tidak hanya menyoroti kerawanan keamanan di jalanan Batam, tetapi juga memunculkan dugaan kuat adanya upaya pembungkaman terencana terhadap karya jurnalistik investigatif.

 

Kronologi Kejadian dan Jejak Pelaku

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 00.35 WIB di ruas jalan dari arah Sukajadi menuju Simpang Jam Baloi Indah. Di tengah kondisi jalan yang mulai sepi, korban diduga kuat diadang sebelum akhirnya dieksekusi oleh para pelaku.

 

Buhari pertama kali ditemukan terkapar bersimbah darah oleh seorang petugas sekuriti dari salah satu perusahaan di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, korban masih dalam kondisi kritis dan tengah mendapatkan penanganan medis intensif di RSBK Kota Batam.

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari istri korban, komplotan pelaku diduga kuat telah merencanakan aksinya dan membuntuti korban. Ia merinci jejak para pelaku sebagai berikut:

– Jumlah Pelaku: 3 orang.

– Kendaraan yang Digunakan: 2 unit sepeda motor, yakni Honda Beat berwarna biru dan Honda Scoopy berwarna hitam merah.

 

Indikasi Kuat Pembungkaman

Kasus penikaman ini memicu tanda tanya besar terkait motif di baliknya. Istri Muhammad Buhari secara gamblang menyuarakan kecurigaannya bahwa insiden ini bukanlah kriminalitas jalanan biasa (seperti begal), melainkan serangan yang berkaitan langsung dengan kerja-kerja jurnalistik sang suami.

 

Pihak keluarga telah resmi melaporkan percobaan pembunuhan ini ke aparat berwajib.

 

“Kami telah melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Barelang. Kami menduga ada kaitannya dengan liputan suami saya terkait perjudian jetpot (jackpot) dan toko minuman,” ujar istri korban.

 

Pernyataan ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Jika dugaan ini terbukti benar, penikaman Buhari adalah bentuk teror dan intervensi nyata dari sindikat ilegal terhadap insan pers yang mencoba membongkar kebobrokan di Kota Batam.

 

Di samping karya jurnalistiknya, rekam jejak Buhari sebagai penggiat anti-narkoba di Batam turut memperkuat dugaan bahwa serangan ini direncanakan oleh sindikat kejahatan terorganisir. Sindikat ilegal tersebut diduga merasa terusik oleh sepak terjang Buhari yang vokal membongkar kebobrokan, baik terkait perjudian, minuman keras, maupun peredaran narkotika.

 

Pernyataan ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Jika dugaan ini terbukti benar, penikaman Buhari adalah bentuk teror dan intervensi nyata dari sindikat ilegal terhadap insan pers sekaligus aktivis kemanusiaan di Kota Batam.

 

Menguji Respons dan Ketegasan Aparat Kepolisian

Di tengah desakan agar kasus ini diusut secara transparan, pihak kepolisian sejauh ini masih mengambil langkah hati-hati. Hingga berita ini diturunkan, Polresta Barelang belum memberikan keterangan resmi kepada publik mengenai kejadian tersebut maupun kesimpulan awal terkait motif penikaman.

 

Kasus yang menimpa Muhammad Buhari kini menjadi batu ujian bagi jajaran Polresta Barelang. Publik dan komunitas pers menanti kerja cepat aparat: mampukah polisi segera menangkap ketiga eksekutor di lapangan, dan yang lebih esensial, beranikah penegak hukum menyeret aktor intelektual di balik teror berdarah ini? Kebebasan pers di Batam kini dipertaruhkan.

Penulis : Supriono

Editor : As

Sumber Berita: TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1. Operasi Sarang Narkoba Polda Sumsel Ungkap 40 Titik, 81 Orang Diamankan
Kapolres Rejang Lebong Hadiri Minggu Kasi Di HKBP Curup: Eratkan Silahturahmi Dan Jaga Kamtibmas Bersama
Jumlah Pengabdian Polri: Selalu Berpijak Pada Kepentingan Rakyat
Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut
Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda
Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang
Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:52 WIB

1. Operasi Sarang Narkoba Polda Sumsel Ungkap 40 Titik, 81 Orang Diamankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Kapolres Rejang Lebong Hadiri Minggu Kasi Di HKBP Curup: Eratkan Silahturahmi Dan Jaga Kamtibmas Bersama

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Jumlah Pengabdian Polri: Selalu Berpijak Pada Kepentingan Rakyat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!