Tirai FBMW 2026 Ditutup, Biak Numfor Eskalasi Ambisi Pariwisata Global Oktober Mendatang

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biak Numfor,(Papua)-Cybermabespolri.com— Rangkaian epik Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 resmi menurunkan tirainya pada Senin (7/7/2026) di Lapangan Cenderawasih. Namun, penutupan yang diwarnai gemuruh ribuan penonton ini bukanlah sebuah akhir, melainkan prolog bagi eskalasi ambisi pariwisata Kabupaten Biak Numfor.

Di bawah sorot lampu dan semarak budaya, Bupati Markus Oktovianus Mansnembra,S.H,M.M meretas visi baru: menyelenggarakan Festival Budaya Biak (FBB) pada Oktober 2026 sebagai manifesto pelestarian adat Saireri dan akselerator ekonomi daerah.

Selama tujuh hari pelaksanaannya, FBMW 2026 berhasil bertransformasi dari sekadar selebrasi tahunan menjadi episentrum diplomasi budaya dan perputaran ekonomi sirkular.

Tradisi arkais yang dipertontonkan, seperti Apen Beyeren (berjalan di atas karang membara) hingga Snap Mor (metode penangkapan ikan komunal), tidak hanya menjadi etalase eksotis bagi turis domestik dan mancanegara, tetapi juga mesin penggerak denyut nadi UMKM Orang Asli Papua (OAP).Kemegahan festival ini semakin paripurna dengan terjadinya konvergensi peradaban lintas wilayah.

Kehadiran delegasi Kabupaten Asmat dari Papua Selatan, yang mengusung sakralitas ukiran kayu dan ritual patung Mbis, membuktikan kapasitas Biak sebagai ruang perjumpaan budaya tingkat tinggi.

Momentum keberhasilan ini direspons dengan presisi oleh otoritas pariwisata setempat. Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun,S.Pi,M.Si menegaskan bahwa jeda waktu hingga Oktober merupakan fase kalibrasi yang krusial.

Pariwisata Biak kini tidak lagi berpuas diri pada standar lokal, melainkan tengah membidik ceruk pasar global.”Kesuksesan 13 rangkaian acara FBMW tahun ini adalah modalitas absolut bagi kami. Menuju Festival Budaya Biak di bulan Oktober, kami tidak sekadar merayakan ulang, tetapi mengevaluasi total dan merekonstruksi standar kenyamanan, keamanan, serta ekologi pariwisata demi memenuhi ekspektasi wisatawan global,” tegas Onny Dangeubun.

Pernyataan tersebut merefleksikan pergeseran paradigma yang tajam; dari sekadar menjaga tradisi menjadi industrialisasi pariwisata berkelanjutan bertaraf internasional.

Menjelang perhelatan FBB Oktober mendatang, tantangan Biak Numfor kini beralih dari panggung perayaan ke meja perencanaan. Dengan sinergi lintas sektoral yang kokoh, Biak Numfor tidak lagi hanya merawat warisan masa lalu, tetapi sedang menempa fondasi kokoh untuk berdiri di garis depan peta pariwisata dunia.

Penulis : Henrry Morin

Editor : As

Sumber Berita: Kadis Parawisata Biak Numfor,Turbey Onny Dangeubun,S.Pi,M.Si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY
Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni
HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng
Penegakan Hukum Karhutla Harus Berbasis Teknologi, Ini Gagasan Tony Saputra Tony Saputra Soroti Strategi Collaborative Policing Hadapi Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas
Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II
Usai Gerebek Diskotik Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Dicopot dari Jabatan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri .
PAC Forum Cakar Sriwijaya Sematang Borang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran, Disambut Hangat Warga
Warga Lubuk Alai Rejang Lebong Ditemukan Meninggal di Rumahnya,Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:58 WIB

Tingkatkan Kamseltibcarlantas,Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Sosialisasi Tertib Lalu-Lintas di Batalyon 144/JY

Selasa, 1 September 2026 - 22:49 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Kalidoni

Selasa, 1 September 2026 - 22:32 WIB

HUT ke-78 Polwan , Kapolres Rejang Lebong Berikan Apresiasi dan Potong Tumpeng

Selasa, 1 September 2026 - 16:39 WIB

Penegakan Hukum Karhutla Harus Berbasis Teknologi, Ini Gagasan Tony Saputra Tony Saputra Soroti Strategi Collaborative Policing Hadapi Karhutla dan Ancaman Asap Lintas Batas

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II

Berita Terbaru

Palembang

Kapolda Sumsel Sambut Lawatan Kerja Kajati Sumsel yang Baru

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:19 WIB

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!