LEBONG TERGULING, PEJABAT BERPELING: MONUMEN KEBODOHAN DI JALUR NERAKA CURUP–MUARA AMAN

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBONG  Bengkulu – Jalan lintas Curup–Muara Aman bukan lagi sekadar infrastruktur yang rusak; ia adalah monumen kegagalan abadi yang dipahat oleh tangan-tangan dingin pemerintah yang bebal. Jalur ini telah menjelma menjadi penghinaan nyata terhadap martabat manusia. Di saat rakyat dipaksa bertaruh nyawa di atas kubangan lumpur yang haus darah, para pemangku kebijakan justru tampak asyik memoles citra, mendekap kursi jabatan yang empuk, seolah tuli terhadap jerit kematian yang mengintai di setiap lubang menganga.


​Pemda Lebong: Mandul Nyali, Miskin Solusi
​Sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Lebong dalam menghadapi lumpuhnya urat nadi ekonomi ini benar-benar memuakkan. Di tengah kondisi darurat yang menuntut aksi heroik, Pemda justru tampil gagap, loyo, dan tanpa taji. Predikat “kurang gercep” hanyalah eufemisme halus untuk menutupi ketidakberdayaan mereka yang memalukan.
​Alih-alih melancarkan lobi agresif yang menggebrak meja kekuasaan di tingkat atas, Pemda Lebong justru terjebak dalam retorika basi dan drama birokrasi yang memuakkan. Ketidakmampuan mereka mendesak percepatan perbaikan adalah bukti sahih bahwa kepemimpinan di daerah ini sedang mengalami mati suri. Rakyat dibiarkan berjuang sendiri, sementara elitnya sibuk mencari alasan untuk sekadar menyelamatkan muka.
​Dinas PU Provinsi: Menikmati “Gaji Berdarah” di Kursi Goyang
​Tudingan paling tajam mengarah tepat ke jantung Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu, khususnya Bidang Bina Marga. Kinerja mereka adalah nol besar yang memuakkan. Masyarakat melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana para pejabat provinsi ini hanya mampu “duduk manis di kursi goyang” di bawah dinginnya AC, sementara aspal di Lebong telah membusuk menjadi kubangan kerbau yang menghina logika.
​Hancurnya jalan ini adalah bukti bahwa koordinasi antarinstansi tak lebih dari bualan sampah di atas kertas formalitas. Bidang Bina Marga seolah sengaja menutup mata, menulikan telinga, dan membatu hati. Apakah mereka butuh tumpukan mayat rakyat Lebong di pinggir jalan hanya untuk sekadar menggerakkan alat berat dari bengkel mereka?
​Aroma Busuk Anggaran dan Mentalitas “Tikus”
​”Kami menjerit, mereka berpesta!” Kalimat itu membakar amarah pengguna jalan. Publik kini mencium aroma busuk di balik hancurnya infrastruktur ini. Ada kecurigaan kuat bahwa para pejabat hanya berpikir keras tentang bagaimana cara “melahap” anggaran demi mengejar target serapan, tanpa sedikit pun memikirkan kualitas.
​Proyek tambal sulam yang hanya bertahan seumur jagung adalah bukti nyata rendahnya integritas. Rakyat menuding mereka hanya memakan “gaji buta” yang dibayar dari keringat petani yang truknya terbalik di jalan rusak. Ini bukan lagi soal teknis pengerjaan, ini adalah soal moralitas yang sudah kadaluwarsa.
​Jalur Maut yang Menghina Akal Sehat
​Melintasi jalur Curup–Muara Aman saat ini adalah permainan judi dengan nyawa sebagai taruhannya. Lubang sedalam sumur, drainase yang mati total, dan tanjakan licin yang mematikan telah mencekik leher ekonomi warga. Harga pangan meroket, akses medis terputus, dan Lebong kini berada di ambang kebangkrutan total secara sistematis.
​Rakyat sudah mual dengan janji manis atau kunjungan lapangan formalitas yang hanya berakhir dengan sesi foto narsistik. Rakyat butuh aspal yang kokoh, bukan pidato kosong! Jika pengabaian ini terus berlanjut, jangan salahkan jika rakyat menyimpulkan bahwa pemerintah memang sengaja membiarkan Kabupaten Lebong terisolasi dan mati perlahan.
​Camkan ini: Kursi mewah yang kalian duduki itu dibayar oleh air mata dan darah rakyat yang kepayahan di jalanan. Jangan sampai kutukan rakyat menjadi satu-satunya warisan yang kalian bawa hingga ke liang lahat.
​(Tim Investigasi PPWI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang
Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang
Dua Pelajar Kakak Beradik Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Curup – Lebong
PLT Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase dan Tangani Lubang Jalan di Desa Teladan
Resmi Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri,Irjen Jossy Kusumo Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Atasi Kemacetan di Depan SPBU Tanjung Sanai II, Polsek Padang Ulak Tanding Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas
Commander Wish Pagi: Polres Rejang Lebong Hadir Tegur Lalu Lintas di Jam Sibuk
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Personel Gabungan Lakukan Penggerebekan di Desa Kampung Jeruk,Binduriang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:07 WIB

Dua Pelajar Kakak Beradik Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Curup – Lebong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:40 WIB

PLT Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Massal Bersihkan Drainase dan Tangani Lubang Jalan di Desa Teladan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!