Drainase Buruk, Masyarakat Terancam Hak Kesejahteraannya

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com

 

PURWAKARTA JABAR, (CyberMabesPolri ) Purwakarta , 16/5/2026

Drainase merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan infrastruktur modern. Keberadaannya memiliki fungsi vital sebagai jalur distribusi aliran air, baik saat curah hujan tinggi maupun dalam sistem pembuangan air di lingkungan masyarakat. Sistem drainase yang baik menjadi penunjang utama untuk mencegah terjadinya genangan air hingga banjir yang dapat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.

Namun kondisi berbeda justru dialami masyarakat di Kampung Tegalkalapa, Desa Citeko, RT 012/RW 004. Warga mengeluhkan buruknya sistem drainase di sepanjang jalur protokol yang dinilai tidak lagi berfungsi optimal. Saluran air yang dangkal, bahkan sebagian besar telah tertutup tanah, membuat aliran air tidak dapat terdistribusi dengan baik ketika hujan deras turun dalam durasi yang cukup lama.

Akibat kondisi tersebut, volume air kerap meluap hingga masuk ke area pemukiman warga dan menyebabkan banjir di sejumlah rumah.

Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga kembali terendam banjir. Warga terdampak mengaku resah karena persoalan yang sama terus berulang tanpa adanya penanganan menyeluruh terhadap sumber utama masalah, yakni sistem drainase induk di jalur protokol.

Salah seorang warga yang terdampak menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat solusi konkret dari pihak terkait.

“Sampai kapan kami akan mengalami seperti ini? Pihak terkait harus cepat menangani agar keresahan warga tidak bertambah. Kami sudah mengajukan permasalahan ini kepada pemerintah desa dengan harapan ada solusi. Bahkan tahun lalu warga bersama pemerintah desa sempat melakukan kerja bakti memperbaiki saluran di sekitar pemukiman. Tapi tetap saja banjir terjadi kalau drainase utama di sepanjang jalur protokol tidak diperbaiki,” ujar salah satu warga terdampak.

Warga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi dan perbaikan drainase utama di sepanjang jalur protokol. Menurut mereka, apabila saluran utama diperbaiki secara menyeluruh, potensi genangan hingga banjir saat hujan deras berkepanjangan dapat diminimalisasi.

“Kami berharap ada solusi nyata berupa perbaikan drainase utama sepanjang jalur protokol. Jadi ketika hujan besar turun dalam waktu lama, air tidak lagi meluap hingga masuk ke rumah warga,” tambahnya.

Dengan kondisi yang terus berulang ini, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat dan tanggap dalam menangani persoalan drainase tersebut. Langkah perbaikan dinilai penting bukan hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga untuk mencegah munculnya persoalan lain pascabanjir, seperti gangguan kesehatan, kerusakan fasilitas rumah warga, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

Masyarakat pun berharap cita-cita mewujudkan kesejahteraan bagi warga dapat benar-benar dirasakan, termasuk melalui pembangunan infrastruktur yang layak, aman, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

( Tarna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pererat Sinergi Ulama dan Polri, Kapolda Sumsel Hadiri Manaqib Qubro Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Meriahkan Piala Dunia 2026: Kodim 0409 Rejang Lebong Gelar Nobar Prancis Vs Senegal, Berhadiah Minyak Goreng Gratis!
IR RENDY LAMADJIDO: SOSOK YANG MENGKLAIM DIRI SEBAGAI “BAPAK REVOLUSI” — BEBERAPA DUGAAN MENGECEWAKAN MENYURUT
JANJI TINGGAL JANJI? MOHAMAD IRFAIN DISOROT MAHASISWA, PRAKTISI HUKUM, DAN AKTIVIS: “JANGAN UMBAR JANJI JIKA TAK MAMPU MEMBUKTIKAN”
Yayasan Setia Kawan Lestari Indonesia (YA SEKALI) Sumsel Berbagi Nasi Kotak untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Tahun Baru Islam 1448 H
Satresnarkoba Polrestabes Palembang Sita 23,3 Gram Sabu dari Dua TKP Berbeda
Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Masjid Al-Huda menggelar zikir dan doa bersama dan Bazar
Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:12 WIB

Pererat Sinergi Ulama dan Polri, Kapolda Sumsel Hadiri Manaqib Qubro Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:38 WIB

Meriahkan Piala Dunia 2026: Kodim 0409 Rejang Lebong Gelar Nobar Prancis Vs Senegal, Berhadiah Minyak Goreng Gratis!

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:42 WIB

JANJI TINGGAL JANJI? MOHAMAD IRFAIN DISOROT MAHASISWA, PRAKTISI HUKUM, DAN AKTIVIS: “JANGAN UMBAR JANJI JIKA TAK MAMPU MEMBUKTIKAN”

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:34 WIB

Yayasan Setia Kawan Lestari Indonesia (YA SEKALI) Sumsel Berbagi Nasi Kotak untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Tahun Baru Islam 1448 H

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:53 WIB

Satresnarkoba Polrestabes Palembang Sita 23,3 Gram Sabu dari Dua TKP Berbeda

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!