Advokat Rikha Permatasari menilai perlindungan terhadap perempuan dan kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi perhatian utama selama proses hukum berlangsung.

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang,(Jawa Barat)-Cybermabespolri.com – Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.MED., C.LO., C.PIM., selaku Ketua Tim Kuasa Hukum Indah Sari, menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami kliennya yang saat ini tengah menjalani proses hukum di Polres Subang setelah adanya laporan pidana yang berkaitan dengan perkara perceraian yang sebelumnya telah diputus oleh Pengadilan Agama Subang dan telah berkekuatan hukum tetap.

 

Menurut Rikha Permatasari, perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap kliennya sebagai seorang perempuan dan ibu, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi anak yang masih di bawah umur akibat konflik hukum yang terus berlanjut.

 

“Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Namun, kami berharap setiap tahapan penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta menghormati hak-hak konstitusional setiap warga negara,” ujar Rikha Permatasari.

 

Tim Kuasa Hukum menjelaskan bahwa setelah putusan perceraian, para pihak telah menempuh musyawarah yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Blanakan dan menghasilkan Surat Kesepakatan Bersama mengenai pembagian harta bersama serta pengaturan hak dan kewajiban masing-masing. Namun, dalam perkembangannya kemudian muncul perselisihan yang berujung pada laporan pidana.

 

Menurut Tim Kuasa Hukum, kondisi tersebut telah memberikan beban psikologis yang berat bagi Indah Sari sebagai seorang ibu yang tetap memiliki tanggung jawab mengasuh dan membesarkan anaknya.

 

Rikha Permatasari menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan yang berhadapan dengan hukum tidak boleh diabaikan, terlebih apabila terdapat anak yang ikut terdampak akibat konflik berkepanjangan.

 

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya aspek hukumnya, tetapi juga aspek kemanusiaannya. Ketika seorang ibu harus menghadapi proses hukum, negara juga memiliki tanggung jawab memastikan bahwa hak-hak perempuan tetap dihormati dan kepentingan terbaik bagi anak tidak dikorbankan akibat konflik orang tuanya,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk ikhtiar hukum, Tim Kuasa Hukum menyatakan telah mengajukan permohonan kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ombudsman Republik Indonesia, serta instansi terkait lainnya agar memberikan perhatian sesuai kewenangan masing-masing terhadap perkara tersebut.

 

Tim Kuasa Hukum berharap lembaga-lembaga tersebut dapat melakukan pemantauan guna memastikan proses hukum berjalan secara profesional, objektif, menghormati hak asasi manusia, serta memberikan perhatian terhadap perlindungan perempuan dan kepentingan terbaik bagi anak.

 

“Kami berharap Komnas Perempuan dapat memberikan perhatian secara langsung terhadap kondisi perempuan dan anak yang terdampak dalam perkara ini. Penegakan hukum harus tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, perlindungan perempuan, serta kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan,” ujar Rikha Permatasari.

 

Di akhir pernyataannya, Rikha Permatasari menegaskan bahwa Tim Kuasa Hukum akan menggunakan seluruh upaya hukum yang tersedia untuk melindungi hak-hak kliennya sekaligus mengawal agar setiap proses hukum dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

“Penegakan hukum yang profesional tidak hanya diukur dari kepastian hukumnya, tetapi juga dari kemampuannya menjunjung tinggi hak asasi manusia, melindungi perempuan, serta memastikan kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas. Ketiga prinsip tersebut harus berjalan beriringan dan tidak boleh dipisahkan,” tutup Rikha Permatasari.

Penulis : Red

Editor : As

Sumber Berita: Advokat Rikha permatasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Pangandaran Gelar Bakti Sosial Peringati HUT Humas Polri ke-75
Penemuan Jenazah di Desa Air Bening,Polres Rejang Lebong Diduga Meninggal Akibat Sakit,Situasi Tetap Kondusif
Setetes Darah Untuk Kehidupan,Kapolres Rejang Lebong Pimpin Aksi Donor Darah Peringati HUT Humas Polri Ke- 75
Rangkai Hari Jadi Humas Polri Ke – 75, Kapolres Rejang Lebong Gelar Bakti Sosial : Polri Peduli,Polri Berbagi
Kapolres Rejang Lebong Hadir Di SMA 1 : Polisi Peduli Pendidikan, Bangun Generasi Berkarakter
Kapolres Rejang Lebong Hadiri Minggu Kasi Di HKBP Curup: Eratkan Silahturahmi Dan Jaga Kamtibmas Bersama
Jumlah Pengabdian Polri: Selalu Berpijak Pada Kepentingan Rakyat
Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Polres Pangandaran Gelar Bakti Sosial Peringati HUT Humas Polri ke-75

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Penemuan Jenazah di Desa Air Bening,Polres Rejang Lebong Diduga Meninggal Akibat Sakit,Situasi Tetap Kondusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Setetes Darah Untuk Kehidupan,Kapolres Rejang Lebong Pimpin Aksi Donor Darah Peringati HUT Humas Polri Ke- 75

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Rangkai Hari Jadi Humas Polri Ke – 75, Kapolres Rejang Lebong Gelar Bakti Sosial : Polri Peduli,Polri Berbagi

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Kapolres Rejang Lebong Hadir Di SMA 1 : Polisi Peduli Pendidikan, Bangun Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!