Feri K-MAKI dan Budi Rizkiyanto Dorong Penyelidikan Mendalam Mafia Proyek Muara Enim

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com

Palembang, – Aktivis anti korupsi dari K-MAKI Sumsel, Feri Kurniawan, dan penggiat kontrol sosial Budi Rizkiyanto mengangkat bicara terkait dugaan mafia jual beli proyek di Pemkab Muara Enim yang diduga memiliki omzet mendekati Rp 250 milyar per tahun.

Feri Kurniawan, yang menjabat sebagai Deputi K-MAKI Sumsel, menyatakan bahwa kasus yang awalnya terlihat sebatas gratifikasi sebesar 20% dari nilai kontrak untuk pencairan uang muka harus diteliti lebih jauh.

Menurutnya, logika bisnis menunjukkan bahwa besaran uang pelicin yang disebutkan tidak masuk akal jika hanya berkutat pada proses pencairan uang muka saja.

“Kita tidak boleh hanya menangkap permukaan masalah. Ada indikasi struktur yang lebih besar yang mengatur jalannya proyek di daerah ini,” ujar Feri.

Ia juga menyoroti pentingnya meneliti proses lelang di ULP Pemkab Muara Enim dan verifikasi jaminan uang muka di BPKAD. “Kita perlu memastikan tidak ada celah yang dimanfaatkan untuk memfasilitasi praktik tidak jujur,” tambahnya.

Sebelumnya, Feri juga pernah mengkritik lambannya penanganan kasus pelanggaran lingkungan PT RMK Energy di Muara Enim dan mengingatkan akan potensi konflik kepentingan antar pihak terkait.

Sementara itu, Budi Rizkiyanto sebagai penggiat kontrol sosial menegaskan bahwa peran masyarakat dan elemen kontrol sosial sangat penting dalam mengawal transparansi proyek pemerintah.

Ia mendorong agar penyelidikan tidak hanya fokus pada kontraktor dan anggota dewan, tetapi juga meneliti keterlibatan pejabat tingkat tinggi, termasuk kemungkinan keterlibatan keluarga Kepala Daerah.

“Kontrol sosial harus berperan aktif untuk memastikan kasus ini tidak hanya berhenti pada ‘ikan seluang’, tetapi juga menjaring semua pihak yang terlibat dalam merugikan keuangan negara,” kata Budi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi dan melaporkan setiap indikasi praktik korupsi atau kolusi di lingkungan pemerintahan daerah.

Kedua aktivis berharap Kejati Sumsel dan KPK dapat segera mengambil langkah tegas dan menyeluruh untuk mengungkap rahasia di balik mafia jual beli proyek tersebut.

Penulis : 7 firus

Sumber Berita: K Makki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pelajar di Banyuasin Ditangkap, Curi 35,8 Kg Telur Ayam di Perusahaan Tempat Kerja
Dukung Transparansi Nasional, Polda Sumsel Sinkronkan Pengawalan Keuangan Negara dengan BPK
AKPERSI DPC Kota Palembang Angkat Bicara Terkait Jalan Rusak di Jl. Wahid Hasyim
Kapolres Rejang Lebong Terima Aspirasi Forum Masyarakat Lembak: Fokus Berantas Judi dan Narkoba
Kasus Dugaan Kriminalisasi Khairul Anwar: Kerugian PT BRSE Rekayasa Penyidik
Momen Haru di Musi Rawas: Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Buatan Warga Korban Kebakaran
Polres Banyuasin Gelar FGD Sespim Polri 2026, Bahas Transformasi Kepemimpinan di Era Digital
Kapolda Sumsel Tegaskan Sinergi Polri dan Ulama dalam Menjaga Keutuhan NKRI di Tugu Mulyo
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:35 WIB

Dua Pelajar di Banyuasin Ditangkap, Curi 35,8 Kg Telur Ayam di Perusahaan Tempat Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 13:32 WIB

Dukung Transparansi Nasional, Polda Sumsel Sinkronkan Pengawalan Keuangan Negara dengan BPK

Kamis, 30 April 2026 - 12:18 WIB

AKPERSI DPC Kota Palembang Angkat Bicara Terkait Jalan Rusak di Jl. Wahid Hasyim

Kamis, 30 April 2026 - 08:19 WIB

Kapolres Rejang Lebong Terima Aspirasi Forum Masyarakat Lembak: Fokus Berantas Judi dan Narkoba

Kamis, 30 April 2026 - 08:04 WIB

Kasus Dugaan Kriminalisasi Khairul Anwar: Kerugian PT BRSE Rekayasa Penyidik

Berita Terbaru