Kritik Keras Guru Besar Jaya Sempurna: Apa Gunanya Ribuan Rakaat Jika Tak Bermanfaat Bagi Umat?

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybermabespolri.com

Palembang, – Dunia spiritualitas tanah air dikejutkan oleh pernyataan kritis dari Guru Besar Jaya Sempurna, Singo Mataram. Dalam sebuah dialog Sabtu 28 Maret 2026 12.30 wib di kawasan Sako, Palembang, beliau menggugat standar kesalehan masyarakat modern yang dinilai terlalu terjebak pada ritualitas formal tanpa memberikan dampak nyata (atsar) bagi kemanusiaan.

Singo Mataram mempertanyakan esensi dari ribuan rakaat salat dan zikir jika saat ajal menjemput, seseorang tidak meninggalkan warisan kebaikan yang bisa dirasakan umat. Menurutnya, kematian tanpa kemanfaatan sosial adalah sebuah kegagalan dalam beragama.

“Apa bukti kalau mereka yang rajin ibadah itu diterima amalnya di sisi Allah? Baik itu ahli Fikih, Tarekat, bahkan Makrifat sekalipun. Jika tidak ada hal baik yang bisa dicontohkan buat umat setelah kita tiada, apalah artinya ibadah-ibadah itu?” tegas Singo Mataram.

Beliau menekankan bahwa ibadah yang hanya berhenti pada gerakan fisik atau lisan tanpa transformasi akhlak adalah bentuk “kesalehan yang egois”. Bukti diterimanya amal seseorang baik penganut syariat maupun hakikat bukan terletak pada fenomena gaib, melainkan pada warisan nilai yang ditinggalkan apalagi di sisi Sang Pencipta kematian tanpa kemanfaatan sosial dan spiritual dianggap sebagai kegagalan total dalam beragama.

​”Jika seseorang meninggal dunia dan jasadnya hanya menjadi beban yang kaku tanpa ada nilai keteladanan, maka di mana letak kemuliaannya di mata Allah?” ungkapnya dengan nada lugas.

Merujuk pada Surah Al-Anfal ayat 55, Singo Mataram memberikan peringatan keras mengenai kualitas eksistensi manusia. Ia menafsirkan “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.”

Ayat ini bukan sekadar label agama, melainkan peringatan tentang kualitas eksistensi.Dampaknya nyata saat mati, mereka tak ubahnya seperti bangkai binatang berat, kaku, busuk, dan tidak meninggalkan jejak spiritualitas bagi alam semesta,ungkap Singo Mataram dengan nada tegas dalam dialog singkatnya.

Sebagai penutup, Guru Besar Jaya Sempurna mengajak seluruh umat untuk kembali pada esensi iman yang transformatif. Ia mendorong masyarakat untuk menjadi pribadi yang “tetap hidup” melalui manfaatnya meski raga telah tiada.
​”Jadilah manusia yang ‘harum’ karena manfaatnya, bukan jasad yang sekadar menunggu busuk,” pungkas Singo Mataram (Red)

Penulis : Yusuf eka saputra

Editor : Zaza

Sumber Berita: Majelis Jaya sempurna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin Apel Pagi, Kapolres Banyuasin Tekankan Disiplin dan Kesiapan Personel
Memperingati 1 Muharam 1448 H, Warga Kemelak KM.8 Gelar Pengajian dan Doa Bersama
Polda Sumsel Gulung Sindikat Pecah Kaca Lintas Daerah, Amankan Pelaku Pencurian Rp520 Juta di Musi Banyuasin
Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang
Mahasiswa UIN Raden Fatah Sampaikan Aspirasi di DPRD Sumsel, Polda Sumsel Kawal Secara Humanis
Wujudkan Lingkungan Bersinar, Kapolres Dan PLT Bupati Rejang Lebing Resmikan Kampung Bebas Narkoba Du karang Anyar
Diduga Berkedok Aplikasi Hiburan, Platform DAZZ X Disebut Libatkan Perputaran Dana Judi Hingga Rp1 Triliun per Bulan
Wanita Honorer DPRD Palembang Tewas Terjebak Kebakaran Warung di Banyuasin, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:40 WIB

Pimpin Apel Pagi, Kapolres Banyuasin Tekankan Disiplin dan Kesiapan Personel

Senin, 15 Juni 2026 - 23:10 WIB

Memperingati 1 Muharam 1448 H, Warga Kemelak KM.8 Gelar Pengajian dan Doa Bersama

Senin, 15 Juni 2026 - 19:47 WIB

Polda Sumsel Gulung Sindikat Pecah Kaca Lintas Daerah, Amankan Pelaku Pencurian Rp520 Juta di Musi Banyuasin

Senin, 15 Juni 2026 - 17:18 WIB

Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang

Senin, 15 Juni 2026 - 16:13 WIB

Mahasiswa UIN Raden Fatah Sampaikan Aspirasi di DPRD Sumsel, Polda Sumsel Kawal Secara Humanis

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!