Parah!!!Pasien Kritis Terlantar, Puskesmas Kecamatan Kota Padang Diduga Tanpa Dokter dan Perawat

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rejang Lebong Bengkulu CyberMabespolri — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi sorotan tajam masyarakat. Fasilitas kesehatan tingkat pertama itu dikabarkan tidak memiliki dokter maupun perawat yang siaga, sehingga seorang pasien dalam kondisi kritis diduga sempat terlantar tanpa penanganan medis yang memadai.

Peristiwa tersebut mencuat setelah keluarga pasien mengeluhkan lambannya respons petugas saat membawa anggota keluarganya yang mengalami kondisi darurat. Menurut keterangan yang dihimpun, saat pasien tiba di puskesmas, tidak ada dokter di tempat. Bahkan, keluarga menduga tidak terdapat perawat maupun tenaga kesehatan yang berjaga untuk memberikan pertolongan pertama.

“Kami datang dalam keadaan panik. Kondisinya sudah kritis, tapi tidak ada dokter. Kami juga tidak melihat perawat yang menangani dengan cepat,” ujar salah satu anggota keluarga pasien dengan nada kecewa.

Ketiadaan tenaga medis di fasilitas layanan publik tersebut memicu pertanyaan besar mengenai manajemen pelayanan kesehatan, terutama pada jam-jam rawan. Warga sekitar menyebut kondisi minimnya tenaga kesehatan bukan kali pertama terjadi. Mereka menilai pengawasan dari dinas terkait perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menilai, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan seharusnya memiliki standar kesiapsiagaan, khususnya dalam menangani pasien gawat darurat.

“Kalau benar tidak ada dokter dan perawat saat pasien kritis datang, ini kelalaian serius. Nyawa masyarakat dipertaruhkan,” tegas seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola puskesmas maupun Dinas Kesehatan setempat terkait dugaan tidak adanya tenaga medis saat insiden berlangsung. Publik kini menanti klarifikasi serta langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut berjalan sesuai standar dan tidak membahayakan keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadir Membawa Manfaat dan Solusi Bagi Masyarakat Pedalaman
AKSI MAY DAY OI TANPA RICUH, KAPOLRES JADI PENENGAH DIALOG BURUH-PEMERINTAH
Kecelakaan Maut Di Jalan Lintas Timur (Jalintim)Palembang-Jambi KM 198 Desa Simpang Bayat Sungguh Tragis Yang Medalam
Polres Banyuasin Tangkap Sopir 51 Tahun Terkait Kasus Sabu, Amankan 9 Paket Barang Bukti
Persiapan May Day 2026, Partai Buruh Gelar Baksos dan Siap Jaga Kondusivitas di Sumsel
Satukan Persepsi, Kapolda Sumsel dan KSPSI Komitmen Wujudkan May Day Damai
Satukan Persepsi, Kapolda Sumsel dan KSPSI Komitmen Wujudkan May Day Damai
Polda Sumsel Bongkar Sindikat Ladang Ganja 20 Hektar di Empat Lawang, 220 Kg Ganja Disita
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:35 WIB

Hadir Membawa Manfaat dan Solusi Bagi Masyarakat Pedalaman

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

AKSI MAY DAY OI TANPA RICUH, KAPOLRES JADI PENENGAH DIALOG BURUH-PEMERINTAH

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:28 WIB

Kecelakaan Maut Di Jalan Lintas Timur (Jalintim)Palembang-Jambi KM 198 Desa Simpang Bayat Sungguh Tragis Yang Medalam

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:05 WIB

Polres Banyuasin Tangkap Sopir 51 Tahun Terkait Kasus Sabu, Amankan 9 Paket Barang Bukti

Kamis, 30 April 2026 - 19:17 WIB

Satukan Persepsi, Kapolda Sumsel dan KSPSI Komitmen Wujudkan May Day Damai

Berita Terbaru