Penyelidikan Dugaan KORUPSI Kades Tj.Alai Di POLRES Kampar Sudah hampir 1 Tahun, Tapi Belum Ada Penetapan

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampar Riau ,- Cybermabespolri.com Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan No. B/174/I/RES.3.3/2026/RESKRIM tertanggal 30 Januari 2026 yang kami terima dari Polres Kampar Perihal Laporan dugaan korupsi Dana Desa periode tahun 2019 s/d 2023 yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang berinisial “ZA” saat ini masih tahap penyelidikan dengan menunggu hasil audit dari Inspektorat dan Dinas PUPR Kab. Kampar, Riau.

 

Pelaporan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa ini sendiri sudah kami laporkan di Polda Riau bulan Maret 2025 dan kemudian dilimpahkan ke Polres Kampar hingga saat ini masih juga dalam tahap proses Penyelidikan, sementara proses penyelidikan kasus ini sudah hampir 1 tahun sejak pelaporan awal. Dimana seharusnya menurut pengamatan kami bahwa berdasarkan bukti-bukti kuat yang telah diserahkan ke penyidik berupa foto copy Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Kades ZA serta 1 bundel foto copy dokumen-dokumen berisi foto-foto, nota-nota dan kwitansi-kwitansi transaksi penggunaan anggaran yang diduga dikorupsi oleh Kades, sudah dapat dengan mudah membantu penyidik Polres Kampar menjadikan kades ZA sebagai tersangka. Sehingga patut dipertanyakan akan keseriusan Polres Kampar untuk segera menaikan proses Penyelidikan ini menjadi proses Penyidikan mengingat waktu yang hampir 1 tahun.

 

Mengutip pernyataan dari Praktisi hukum PERADI, Aris Eko Prasetyo SH., MH., menyatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), pengembalian kerugian negara tidak menghapus tindak Pidana. Hal itu ditegaskan dalam Pasal 4 UU Tipikor.

 

Dan benar bahwa dalam setiap perkara tindak Pidana korupsi, penegak hukum diwajibkan mengedepankan pengembalian keuangan negara, yang diatur dalam Pidana tambahan, sesuai Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Tipikor. Ketentuan itu, juga diperkuat dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 29/PUU-XXIII/2025 yang menegaskan bahwa uang pengganti harus proporsional dengan harta yang benar-benar dinikmati terdakwa.

 

Dan kami berharap apabila nantinya kades ZA terbukti melakukan tindak pidana korupsi, maka pengembalian uang hasil korupsi janganlah dijadikan alasan untuk meringankan tuntutan apalagi menghilangkan unsur pidananya. Jika hal ini terjadi tentu akan membuat preseden buruk terhadap kasus korupsi ke depannya, karena koruptor akan menganggap bahwa dengan dikembalikan kerugian negara maka akan dapat meringankan hukuman atau menghapus tuntutan pidana hukumannya.

 

Saat ini gabungan aktivis anti Korupsi dan masyarakat akan tetap terus mengawal dan sangat berharap besar terhadap Kapolres dan Penyidik Polres Kampar untuk tetap serius dan segera dalam membuktikan dugaan Korupsi dana desa Tj.Alai dengan tidak berlama-lama lagi mengingat waktu pelaporan sudah hampir 1 tahun, namun kepala desa Tj. Alai. belum juga ditetapkan sebagai tersangka.

 

Dugaan korupsi Dana Desa ini sendiri terkuak berkat penelusuran tim investigasi LSM AJAR bersama kawan media dengan mencocokan data penggunaan Dana Desa periode 2019 s/d 2023 yang dikeluarkan oleh kementerian keuangan RI dengan fakta di lapangan, dimana dari hasil penelusuran ini kami mendapati bukti kuat dugaan korupsi berupa kesaksian warga dan foto kopi dokumen-dokumen tertulis.

Penulis : As

Editor : As

Sumber Berita: 7 Firus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pererat Sinergi Ulama dan Polri, Kapolda Sumsel Hadiri Manaqib Qubro Sambut Hari Bhayangkara ke-80
PMAKI NTB Soroti Maraknya Galian C di Bima Raya, Desak Evaluasi Menyeluruh
Meriahkan Piala Dunia 2026: Kodim 0409 Rejang Lebong Gelar Nobar Prancis Vs Senegal, Berhadiah Minyak Goreng Gratis!
IR RENDY LAMADJIDO: SOSOK YANG MENGKLAIM DIRI SEBAGAI “BAPAK REVOLUSI” — BEBERAPA DUGAAN MENGECEWAKAN MENYURUT
JANJI TINGGAL JANJI? MOHAMAD IRFAIN DISOROT MAHASISWA, PRAKTISI HUKUM, DAN AKTIVIS: “JANGAN UMBAR JANJI JIKA TAK MAMPU MEMBUKTIKAN”
Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang
Wujudkan Lingkungan Bersinar, Kapolres Dan PLT Bupati Rejang Lebing Resmikan Kampung Bebas Narkoba Du karang Anyar
Budi Rizkiyanto Desak KPK, Kejagung, dan Kapolri Turun ke Ogan Ilir Selidiki Dugaan Korupsi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:12 WIB

Pererat Sinergi Ulama dan Polri, Kapolda Sumsel Hadiri Manaqib Qubro Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:08 WIB

PMAKI NTB Soroti Maraknya Galian C di Bima Raya, Desak Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:38 WIB

Meriahkan Piala Dunia 2026: Kodim 0409 Rejang Lebong Gelar Nobar Prancis Vs Senegal, Berhadiah Minyak Goreng Gratis!

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:42 WIB

JANJI TINGGAL JANJI? MOHAMAD IRFAIN DISOROT MAHASISWA, PRAKTISI HUKUM, DAN AKTIVIS: “JANGAN UMBAR JANJI JIKA TAK MAMPU MEMBUKTIKAN”

Senin, 15 Juni 2026 - 17:18 WIB

Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!