Proyek Drainase Atasi Banjir Segera Dimulai, BBPJN Turunkan 16 Box Culvert di Baturaja

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Baturaja, CyberMabesPolri.com

Sebanyak 16 unit box culvert untuk mendukung pekerjaan drainase di bawah Jalan Lintas Tengah Sumatera, tepatnya di wilayah Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, telah tiba di lokasi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kedatangan material ini menandai dimulainya tahap awal pekerjaan perbaikan sistem drainase yang selama ini dinilai kurang optimal dalam mengalirkan air, khususnya saat musim hujan.

Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan genangan air yang kerap terjadi dan berdampak pada warga di RT 01 dan RT 03 RW 03 Taman Sari 2, Kelurahan Sukaraya, serta RT 03 Dusun VII Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur.

Selama ini, sistem drainase di lokasi tersebut tidak mampu menampung debit air yang tinggi, sehingga menyebabkan genangan yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Tercatat sekitar 20 kepala keluarga atau 93 jiwa terdampak langsung oleh kondisi tersebut.

Pengawas lapangan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Sumatera Selatan, Fajri, menyampaikan bahwa pekerjaan akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan proses pengurasan air yang selama ini menggenangi kawasan tersebut.

“Setelah kondisi air surut, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran badan jalan secara bertahap,” ujar Fajri.

Ia menjelaskan, pembongkaran dilakukan secara bergantian antara sisi kiri dan kanan jalan guna memastikan arus lalu lintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera tetap berjalan lancar.

Menurutnya, jalur tersebut merupakan salah satu akses utama transportasi nasional dengan intensitas kendaraan yang tinggi, sehingga metode pengerjaan harus memperhatikan kelancaran lalu lintas.

Dalam proyek ini, sebanyak 16 box culvert akan dipasang sebagai bagian dari sistem drainase baru. Ukuran box culvert yang digunakan lebih besar dibandingkan sebelumnya, guna meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko genangan di masa mendatang.

Fajri optimistis, dengan peningkatan kapasitas tersebut, aliran air akan menjadi lebih lancar sehingga kawasan yang sebelumnya rawan tergenang dapat terbebas dari masalah banjir.

Proyek ini diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga minggu. Pihak pelaksana berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Selain fokus pada teknis pengerjaan, BBPJN juga memperhatikan dampak terhadap lalu lintas. Koordinasi telah dilakukan dengan pihak kepolisian, khususnya satuan lalu lintas, guna membantu pengaturan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.

Dinas Perhubungan juga diharapkan turut berperan dalam mengurai potensi kemacetan di sekitar lokasi proyek. Sinergi antarinstansi dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Fajri mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di area proyek. Rambu-rambu serta petugas akan disiagakan untuk memberikan arahan kepada pengendara.

Di sisi lain, warga yang terdampak menyambut baik dimulainya proyek ini. Mereka berharap permasalahan genangan air yang telah berlangsung sekitar tujuh tahun dapat segera teratasi.

Selama ini, genangan tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan sekitar. Dengan adanya perbaikan drainase ini, kualitas hidup masyarakat diharapkan dapat meningkat.

Pemerintah melalui BBPJN berharap proyek ini menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan tersebut, sehingga masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran saat musim hujan tiba.

Penulis : Joni zon Kabiro OKU

Editor : Sukirman

Sumber Berita: Fajri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT Bhayangkara, Polres Muara Enim Hadir Bantu Warga dan Rumah Ibadah
Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Memanas, Penyidik Polda Sumsel Periksa Oknum Kades Adi Yansyah
RUDY A. SAMOLA KELOLA Rp1,116 MILIAR 2023–2026 TERTUTUP, TERINDIKASI KORUPSI — BPD & INSPEKTORAT TUTUP MATA TELINGA
Kurang dari 3×24 Jam, Tim Gabungan Polsek Keluang Ringkus Pelaku Pembunuhan di Tanjung Dalam, Keluarga Korban Berikan Apresiasi
Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Subuh di Kawasan Lambidaro Palembang, Dibina di Panti Rehabilitasi
Polda Sumsel Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, Sita 11.443 Pil Ekstasi dan Hampir 1,5 Kg Sabu
Intelkam Polda Sumsel Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan, Wujud Kepedulian Hari Bhayangkara ke-80
PT ATHI PERLUAS LAHAN JADI 2.500 HEKTAR: 300 HEKTAR DIKUASAI, SEBAGIAN BELUM DIBAYAR; WARGA MENOLAK, WAKIL BUPATI BELUM BERIKAN TANGGAPAN RESMI
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:23 WIB

Sambut HUT Bhayangkara, Polres Muara Enim Hadir Bantu Warga dan Rumah Ibadah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:30 WIB

Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Memanas, Penyidik Polda Sumsel Periksa Oknum Kades Adi Yansyah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:53 WIB

RUDY A. SAMOLA KELOLA Rp1,116 MILIAR 2023–2026 TERTUTUP, TERINDIKASI KORUPSI — BPD & INSPEKTORAT TUTUP MATA TELINGA

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:22 WIB

Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Subuh di Kawasan Lambidaro Palembang, Dibina di Panti Rehabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:57 WIB

Polda Sumsel Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, Sita 11.443 Pil Ekstasi dan Hampir 1,5 Kg Sabu

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!