Pati(Jawa Tengah),Cybermabespolri.com – Proyek pembangunan jaringan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Tlogorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati,menuai protes dan keluhan dari warga setempat.
Infrastruktur pertanian yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai 195 juta rupiah tersebut kedapatan sudah mengalami keretakan di sejumlah titik, padahal proses pengerjaannya baru saja dinyatakan selesai.
Berdasarkan pantau an awak media dilokasi selasa(11/8/2026, )kondisi fisik bangunan saluran air ini terkesan dikerjakan asal jadi. Selain hasil akhir yang tampak rapuh, muncul dugaan kuat bahwa kelompok pelaksana lokal atau pihak ketiga menggunakan material pasir tras sebagai campuran aduan semen, bukan pasir pasang standar konstruksi yang diwajibkan dalam spesifikasi teknis.
Penggunaan pasir tras secara sepihak disinyalir menjadi penyebab utama adonan mortar menjadi tidak mengikat sempurna, sehingga memicu keretakan .
Seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas proyek swakelola ini. “Uang negara yang diturunkan ini tujuannya untuk kesejahteraan petani jangka panjang, bukan dikerjakan asal-asalan demi mengejar keuntungan pribadi. Kalau baru selesai saja sudah retak ,” ujarnya.,
Turut menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari Tim Pendamping Masyarakat (TPM) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku instansi pembina program. Menurutnya, pembiaran terhadap penurunan mutu material ini berpotensi merugikan keuangan negara .
Kami meminta instansi terkait baik dari tingkat pusat maupun daerah segera turun ke lapangan ,, .Hingga berita ini diturunkan, Ketua Kelompok P3A selaku penanggung jawab swakelola di tingkat desa belum memberikan jawaban resmi saat dikonfirmasi oleh awak media di lapangan.
Penulis : Tim
Editor : Red
Sumber Berita: Warga desa Tlogorejo jakenan












