Cybermabespolri.com
KARAWANG –( CyberMabesPolri.Com ) Dengan lantang gemuruh suara aparatur pemerintah desa se-Jawa Barat menggema tanpa Halangan . Dalam Orasi aksi yang kian membesar, Senin 6 /4/2026 Para Orasi menyampaikan satu pesan tegas: hentikan intimidasi terhadap perangkat desa, atau hadapi perlawanan hukum dan mobilisasi massa yang Sangat besar.
Himbauan bukan sekedar retorika. Ini adalah akumulasi kemarahan, harga diri, dan solidaritas desa yang merasa diinjak oleh kekuatan yang dianggap melampaui batas.
“Jangan Remehkan Kami!”
Dengan nada Geram penuh emosi, perwakilan aparatur desa menegaskan posisi desa sebagai fondasi bangsa.
“Desa ini ada sebelum negara lahir. Jangan pernah intimidasi kami, jangan pernah meremehkan kami!”
Lebih dari 75 ribu desa disebut sebagai tulang punggung kehidupan nasional, dari pangan hingga stabilitas sosial. Pesan mereka jelas: jangan ganggu desa, jika tidak ingin berhadapan dengan kekuatan kolektif rakyat akar rumput.
Tuduhan Intimidasi hingga Ancaman Kriminalisasi
Aksi ini dipicu dugaan intimidasi dan perlakuan tidak adil terhadap perangkat desa, termasuk di Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Aparatur desa menilai tindakan tersebut tidak tidak beradab hanya melanggar etika, kode etik tetapi juga berpotensi melawan hukum.
Para kades menegaskan Indonesia adalah negara hukum, bukan ruang bagi kesewenang-wenangan.
“Kalau tidak ada itikad baik, kami akan masuk ke ranah hukum.”
Tak hanya itu, tuntutan juga diarahkan kepada aparat penegak hukum, khususnya Polres Karawang, untuk menindak tegas oknum keamanan yang diduga melakukan intimidasi penindasan.yang dilakukan Oknum
Ultimatum dari kami Minta Maaf atau Hadapi Masa Lebih Besar
Dalam orasi yang semakin memanas, massa bahkan menuntut pihak PT Pertiwi Lestari untuk datang langsung dan meminta maaf secara terbuka, bukan sebaliknya.
“Kami tidak akan datang ke sana. Mereka yang harus datang ke sini, meminta maaf di hadapan kami!”
Pernyataan ini menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai pelecehan terhadap harga diri desa.
“Kalau hari ini tidak ada jawaban memuaskan, maka revolusi akumulasi massa akan kita lakukan!”
Kalimat ini menandai bahwa aksi hari ini bisa jadi baru permulaan. Solidaritas lintas desa dan dukungan aktivis Jawa Barat disebut siap digerakkan dalam skala lebih besar.
Meski di tengah ketegangan, imbauan untuk tetap menjaga kondusivitas juga disampaikan. Namun satu hal tak bisa ditutupi: emosi lketegangan sedang berada di tegangan amarah yang tinggi
• Simbol perlawanan terhadap ketidakadilan
• Ujian bagi supremasi hukum
• Alarm keras bagi perusahaan
Kini publik menunggu: Apakah akan ada itikad baik dan penyelesaian damai? Atau justru Karawang menjadi lautam api dari gelombang perlawanan desa yang lebih besar
Satu seruan terus menggema dan sulit dibendung tegangan tinggi amarah aparatur pemerintah desa
” hidup Desa ” dengan nada tinggi
( Tarna )












