Beasiswa Sultra Cerdas Disorot: Lima Bulan Tanpa Kepastian, BEM Desak Transparansi Pemerintah

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultra -Cybermabespolri.com – Krisis Transparansi Beasiswa Sultra Cerdas, Mahasiswa Tuntut Kepastian Setelah 5 Bulan Menunggu

Tanpa Kejelasan 5 Bulan, BEM UMK Sebut Beasiswa Sultra Cerdas Gagal Penuhi Tanggung Jawab Publik

Beasiswa Sultra Cerdas Mandek, BEM UMK Kritik Keras Pemerintah Soal Transparansi

Ketidakpastian Berlarut, Program Beasiswa Sultra Cerdas Dipertanyakan Integritasnya

BEM UMK Angkat Suara: Beasiswa Sultra Cerdas Alami Krisis Akuntabilitas

Lima Bulan Tanpa Hasil, Beasiswa Sultra Cerdas Tuai Kritik Tajam Mahasiswa

BEM: Beasiswa Sultra Cerdas dalam Krisis Transparansi, Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Kendari, 27 Maret 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (BEM UMK) secara tegas menilai bahwa pengelolaan program Beasiswa Sultra Cerdas saat ini berada dalam situasi krisis transparansi yang serius. Program yang seharusnya menjadi instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Tenggara justru menunjukkan lemahnya akuntabilitas dalam implementasinya.

Sejak dibuka pada 17 Oktober 2025 dan ditutup pada 31 Oktober 2025, hingga kini telah berlalu lebih dari lima bulan tanpa kejelasan yang memadai terkait hasil seleksi, mekanisme penetapan penerima, maupun kepastian penyaluran dana. Rentang waktu yang panjang ini tidak dapat lagi dipahami sebagai proses administratif biasa, melainkan sebagai bentuk kelambanan yang mencederai prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang baik.

Presiden Mahasiswa BEM UMK,
Ruslan, menegaskan bahwa ketidakjelasan yang dibiarkan berlarut-larut ini merupakan bentuk kegagalan dalam memenuhi tanggung jawab publik.

“Lima bulan tanpa kepastian adalah waktu yang terlalu lama untuk sebuah program yang menyangkut hak pendidikan mahasiswa. Ini bukan lagi soal teknis, ini adalah soal tanggung jawab pemerintah dalam mengelola kepercayaan publik,” tegasnya, Jumat (27/03/2026).

Kondisi ini tidak hanya menghadirkan kebingungan, tetapi juga memperlihatkan adanya ketidaktegasan dalam komunikasi kebijakan. Program yang semestinya memberikan kepastian justru menciptakan ruang spekulasi yang luas. Ketika informasi tidak disampaikan secara terbuka, maka yang tumbuh adalah ketidakpercayaan.

Lebih jauh, situasi ini berdampak langsung pada mahasiswa sebagai penerima manfaat. Banyak mahasiswa yang menggantungkan keberlangsungan studinya pada program beasiswa tersebut. Ketika kejelasan tidak kunjung hadir, maka yang dipertaruhkan bukan hanya proses administratif, tetapi juga masa depan akademik mereka.

Dalam perspektif kebijakan publik, kondisi ini mencerminkan lemahnya integritas dalam pelaksanaan program. Transparansi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang tidak bisa ditunda. Ketika kewajiban ini diabaikan, maka legitimasi program secara otomatis ikut dipertanyakan.

BEM UMK menilai bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan program ini berjalan dalam ketidakpastian yang berkepanjangan. Ketidakhadiran informasi yang jelas selama berbulan-bulan menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan, yang jika tidak segera diperbaiki, akan terus merusak kepercayaan publik.

Lebih tegas lagi, situasi ini tidak boleh dinormalisasi. Program publik yang dibiayai oleh anggaran daerah harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat. Setiap proses, setiap keputusan, dan setiap hasil harus dapat diakses dan dipahami oleh publik tanpa hambatan.

Kami, BEM UMK menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara harus segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan krisis ini. Keterbukaan informasi harus disampaikan secara utuh, bukan parsial. Kejelasan harus dihadirkan sekarang, bukan ditunda tanpa batas waktu yang pasti.

“Kami menuntut kepastian, bukan penjelasan yang berulang tanpa arah. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, maka ini bukan lagi soal keterlambatan, tetapi bentuk nyata pengabaian terhadap hak mahasiswa,” lanjut Presiden Mahasiswa dengan tegas.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak diukur dari seberapa besar ia diumumkan, tetapi dari seberapa baik ia dijalankan dan dipertanggungjawabkan. Tanpa transparansi, program sebaik apa pun akan kehilangan maknanya.

Dan dalam konteks ini, satu hal tidak bisa ditawar, pemerintah harus bertanggung jawab, dan kepastian tidak boleh lagi ditunda..

Penulis : Yusuf eka saputra

Editor : Zaza

Sumber Berita: Sulawesi Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Bersinar, Kapolres Dan PLT Bupati Rejang Lebing Resmikan Kampung Bebas Narkoba Du karang Anyar
Diduga Berkedok Aplikasi Hiburan, Platform DAZZ X Disebut Libatkan Perputaran Dana Judi Hingga Rp1 Triliun per Bulan
Gencar Patroli Sore, Satlantas Polres Rejang Lebong Bubarkan Balap Liar dan Tilang Satu Pemotor
DI BALIK “KERAJAAN” HAJI ISAM: PENGUSAHA KAYA BERATAS PARIGI MOUTONG — DUGAAN BANYAK TAPI TIDAK PERNAH DIPERIKSA
Alternatif Tempat Nongkrong Baru : Soe pan Djie Coffee Resmi Dibuka 24 Jam Dicurup Tengah Siap Jadi Lokasi Noba
JEJAK PENGABDIAN AIPDA LAODE MOANE, S.H. Dari Aipda Berprestasi di Polsek Banggai hingga Terus Mendapat Kepercayaan dalam Penugasan Kepolisian
RUDY A. SAMOLA, Hukum Tua Wanua Sawangan, Tantang PERS NASIONAL !!
Tingkatkan Mutu Layanan RSUD Rejang Lebong Segera Oprasikan Fasilitas CT- SCAN Dan Mamografi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:21 WIB

Diduga Berkedok Aplikasi Hiburan, Platform DAZZ X Disebut Libatkan Perputaran Dana Judi Hingga Rp1 Triliun per Bulan

Senin, 15 Juni 2026 - 08:11 WIB

Gencar Patroli Sore, Satlantas Polres Rejang Lebong Bubarkan Balap Liar dan Tilang Satu Pemotor

Senin, 15 Juni 2026 - 08:03 WIB

DI BALIK “KERAJAAN” HAJI ISAM: PENGUSAHA KAYA BERATAS PARIGI MOUTONG — DUGAAN BANYAK TAPI TIDAK PERNAH DIPERIKSA

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:03 WIB

Alternatif Tempat Nongkrong Baru : Soe pan Djie Coffee Resmi Dibuka 24 Jam Dicurup Tengah Siap Jadi Lokasi Noba

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:05 WIB

JEJAK PENGABDIAN AIPDA LAODE MOANE, S.H. Dari Aipda Berprestasi di Polsek Banggai hingga Terus Mendapat Kepercayaan dalam Penugasan Kepolisian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!