Miris! Pasien Masih Koma Diminta Pulang, Keluarga Bongkar Pelayanan Tak Manusiawi di RSMH Palembang

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang -,Cybermabespolri.com — Kebijakan pemulangan pasien dalam kondisi koma oleh RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menuai sorotan tajam. Keluarga Abdul Hamid (49) mengaku terpukul setelah diminta membawa pulang pasien yang hingga kini belum sadarkan diri, meski kondisinya disebut masih kritis dan membutuhkan perawatan intensif.

 

Keluarga menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pelayanan yang tidak manusiawi dan jauh dari rasa empati terhadap pasien.

 

Titan (22), anak pasien, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit hanya memberi waktu dua hari kepada keluarga untuk mempersiapkan perawatan mandiri di rumah, termasuk membeli sendiri alat-alat medis penunjang kehidupan pasien.

 

“Ayah saya masih koma, belum sadar sama sekali. Tapi kami diminta pulang dan merawat sendiri di rumah. Kami ini orang awam, bagaimana bisa menangani pasien seperti itu?” ujarnya dengan nada kecewa, Rabu (15/4/2026).

 

Menurut Titan, perjuangan keluarganya bermula saat Abdul Hamid mengeluh sakit kepala hebat dan sempat dirawat di rumah sakit swasta. Namun setelah kondisi memburuk, hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan adanya hydrocephalus atau penumpukan cairan di otak yang membutuhkan operasi segera.

 

Setelah operasi awal dilakukan, kondisi pasien sempat membaik. Namun harapan keluarga kembali pupus saat ditemukan aneurisma di otak yang mengharuskan penanganan lanjutan di RSMH Palembang.

 

Alih-alih mendapatkan penanganan cepat, keluarga justru mengaku dipersulit persoalan administrasi BPJS hingga proses rujukan tertunda selama beberapa hari.

 

“Kami harus menunggu tiga hari hanya karena persoalan koding BPJS. Kami pasien, bukan orang yang paham sistem,” kata Titan.

 

Sesampainya di IGD RSMH, keluarga kembali mengaku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari petugas medis. Dalam kondisi panik, mereka justru merasa tidak diperlakukan dengan empati.

 

“Pelayanannya terasa dingin. Kami sedang panik, tapi malah seperti diinterogasi,” ungkapnya.

 

Selama tiga minggu dirawat di ICU, keluarga mengaku minim mendapatkan informasi mengenai perkembangan kondisi pasien. Komunikasi dengan dokter disebut sangat terbatas, sementara kondisi Abdul Hamid terus kritis.

 

Puncak kekecewaan keluarga terjadi saat pasien dipindahkan ke ruang paliatif meski masih dalam kondisi koma dengan kadar hemoglobin yang disebut hanya 4.

 

“Dibilang stabil, tapi ayah saya belum sadar. Tekanan darahnya naik turun. Kami tidak bisa menerima kondisi seperti itu disebut stabil,” tegas Titan.

 

Tak lama setelah itu, pihak rumah sakit meminta keluarga membawa pulang pasien. Keputusan tersebut membuat keluarga merasa dipaksa memilih antara merawat pasien koma sendiri di rumah atau kehilangan akses perawatan rumah sakit.

 

“Kalau memang tidak bisa ditangani, jangan seperti ini caranya. Kami butuh solusi, bukan tekanan,” tambahnya.

 

Sementara itu, pihak RSMH Palembang melalui Humas Suhaimi menjelaskan bahwa pasien telah memasuki fase perawatan paliatif sehingga pemulangan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis.

 

Menurutnya, kondisi tanda vital pasien dinilai stabil dan keluarga telah diberikan edukasi terkait perawatan lanjutan di rumah.

 

Meski demikian, penjelasan tersebut belum mampu meredam kekecewaan keluarga yang menilai pemulangan pasien dalam kondisi koma sebagai keputusan yang tidak berpihak pada kemanusiaan.

Penulis : As

Editor : As

Sumber Berita: A,P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermabespolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAPASITAS ANGGOTA TERUS BERKEMBANG, CAKAR SRIWIJAYA MELAHIRKAN DUA ORMAS BARU
216 Personel Brimob Mabes Polri Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel
Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut
PERKUAT PUBLIKASI BERDAMPAK, TIM KEHUMASAN KANWIL KEMENAG SUMSEL LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI DI MAN 1 PALEMBANG
Perkuat Tata Kelola dan Kesiapsiagaan, Polda Sumsel Gelar Audit Kinerja dan Evaluasi Operasional
Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda
Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Diduga Sarang Narkoba di Kampung Jeruk
Besar – Besaran ! 600 Personel Gabungan Serbu Kawasan Narkoba & Perjudian di Binduriang
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:19 WIB

KAPASITAS ANGGOTA TERUS BERKEMBANG, CAKAR SRIWIJAYA MELAHIRKAN DUA ORMAS BARU

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:14 WIB

216 Personel Brimob Mabes Polri Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:26 WIB

PERKUAT PUBLIKASI BERDAMPAK, TIM KEHUMASAN KANWIL KEMENAG SUMSEL LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI DI MAN 1 PALEMBANG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Kesiapsiagaan, Polda Sumsel Gelar Audit Kinerja dan Evaluasi Operasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!