Banyuasin,cybermabespolri.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi unjuk rasa, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Banyuasin menggelar latihan intensif bagi Tim Negosiator serta Pasukan Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Banyuasin pada Senin (27/4/2026) ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta AKP Sugeng Sarwan, S.H. Latihan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, melibatkan 40 personel terbaik berdasarkan Surat Perintah Kapolres Banyuasin Nomor: Sprin/424/IV/PAM.3.3./2026.
Dalam pelatihan tersebut, para personel tidak hanya dibekali keterampilan teknis pengendalian massa, tetapi juga strategi negosiasi yang efektif. Tiga instruktur utama yang memberikan materi yakni AKP Sugeng Sarwan, S.H., KBO Samapta Iptu Faisol, serta Aiptu Adi Hartoni, S.H. Materi yang disampaikan mengacu pada regulasi terbaru, antara lain Perkap Nomor 16 Tahun 2006, Perkap Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengendalian Massa, serta Perkap Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pedoman Penanganan Aksi Penyerangan terhadap Polri.
Selain teori, peserta juga menjalani praktik langsung, mulai dari pengecekan peragaan Kompi Dalmas, penggunaan perlengkapan pengendalian massa, senjata laras licin, hingga alat pelontar. Latihan ini juga menekankan pembagian peran secara jelas, meliputi Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, tim kendaraan double cabin, tim negosiator, hingga tim pengawak Armored Water Cannon (AWC).
Dalam arahannya, Kasat Samapta menjelaskan tiga kondisi kritis yang harus dipahami oleh personel di lapangan, yakni Kondisi Hijau (situasi aman dan terkendali), Kondisi Kuning (potensi eskalasi kericuhan), dan Kondisi Merah (terjadi anarkisme massal). Personel juga dilatih menentukan waktu yang tepat untuk bergerak masuk maupun keluar formasi, serta menjaga kewaspadaan dan kekompakan tim.
“Latihan ini memberikan gambaran nyata kepada personel tentang prosedur operasi standar (SOP) saat menghadapi unjuk rasa. Setiap anggota harus memahami tugas pokoknya masing-masing, baik sebagai negosiator, Dalmas Awal, maupun Dalmas Lanjut. Mental juga diasah, terutama dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ujar AKP Sugeng Sarwan.
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei, latihan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi dini Polres Banyuasin. Melalui Kasat Samapta, Kapolres Banyuasin mengimbau seluruh personel untuk selalu siaga dan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami siap mengantisipasi potensi aksi massa saat May Day. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan strategi personel dalam menghadapi berbagai situasi kerumunan. Yang terpenting, setiap anggota mampu melindungi diri sendiri, rekan satu tim, serta masyarakat dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan latihan yang berlangsung disiplin dan terarah, diharapkan Pasukan Dalmas dan Tim Negosiator Polres Banyuasin mampu menjalankan tugas pengamanan unjuk rasa secara profesional, meminimalisir potensi gesekan, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Banyuasin.
Penulis : Rosidi
Editor : Rosidi
Sumber Berita: Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel












