PALI, -Cybermabespolri.com — Aksi nekat berujung berdarah terjadi di Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI. Seorang petani muda harus meregang luka setelah menegur aksi pemalakan, namun pelaku justru membalas dengan serangan brutal menggunakan golok.
Unit Reskrim Polsek Penukal Utara bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, pelaku berinisial PT (28) berhasil dibekuk hanya beberapa jam setelah kejadian, Kamis (16/4/2026) lalu.
Kapolsek Penukal Utara, IPTU Budi Anhar, mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.50 WIB di depan rumah warga bernama Yudi. Korban, Subianto (29), warga Desa Tempirai Selatan, awalnya hanya berniat menghadiri hajatan.
Namun situasi berubah panas saat di perjalanan korban melihat temannya diduga sedang dimintai uang oleh pelaku. Tak terima, korban sempat menegur. Teguran singkat itulah yang diduga menjadi pemicu amarah pelaku.
Korban sempat menegur pelaku agar tidak meminta uang. Setelah itu korban melanjutkan perjalanan,” jelas Kapolsek.
Siapa sangka, teguran tersebut berbuntut panjang. Saat korban sudah tiba di lokasi hajatan dan duduk santai, pelaku datang membawa golok. Tanpa banyak kata, pelaku langsung mengayunkan senjata tajam itu berkali-kali ke arah korban.
Serangan mendadak itu membuat korban tak sempat menghindar. Ia terjatuh dengan luka serius di bagian pinggang sebelah kiri.
Warga yang panik langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Tempirai untuk mendapatkan pertolongan medis.
Mendapat laporan, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Hasilnya, sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku berhasil diringkus di sebuah kontrakan temannya di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal Abab.
“Pelaku kami amankan tanpa perlawanan bersama barang bukti. Saat ini sudah diamankan di Polsek Penukal Utara untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas IPTU Budi Anhar.
Barang bukti yang turut diamankan berupa sarung golok warna cokelat serta baju batik milik korban yang berlumuran darah.
Penulis : Ardiman
Editor : Za
Sumber Berita: Polres Pali












