OGAN ILIR –Cybermabespolri.com
Sebuah bangunan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda yang selama ini difungsikan sebagai Kantor Kelurahan Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, hangus dilalap api. Kebakaran hebat tersebut menyebabkan seluruh bagian gedung beserta isinya ludes terbakar.
Bangunan tua yang dikenal sebagai salah satu peninggalan bersejarah di wilayah Tanjung Raja itu selama puluhan tahun digunakan sebagai pusat pelayanan masyarakat. Arsitekturnya yang khas bergaya Eropa tempo dulu menjadikan gedung tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat setempat.
Menurut informasi yang dihimpun, api mulai terlihat berkobar dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan. Warga bersama petugas sempat berupaya melakukan pemadaman, namun kondisi bangunan yang sudah tua membuat api dengan mudah menyebar ke seluruh ruangan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat kepolisian bersama instansi terkait telah turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui sumber api.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi kantor pelayanan publik, bangunan tersebut juga dianggap sebagai salah satu ikon sejarah di Kecamatan Tanjung Raja.
Camat Tanjung Raja, Dian Septa, menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut. Ia menyebut kebakaran ini menjadi kerugian besar, baik dari sisi pelayanan pemerintahan maupun hilangnya aset sejarah daerah.
“Ini bukan hanya kehilangan kantor pelayanan masyarakat, tetapi juga hilangnya salah satu bangunan bersejarah yang menjadi bagian perjalanan panjang daerah ini. Saat ini kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi terkait penyebab kebakaran,” ujarnya.
Saat ini lokasi kebakaran masih dipasangi garis pengaman dan dijaga aparat kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, pelayanan pemerintahan Kelurahan Tanjung Raja Utara untuk sementara akan dialihkan ke lokasi lain agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah yang masih tersisa di Kabupaten Ogan Ilir.
Penulis : Oman
Editor : Sukirman
Sumber Berita: Hendri












