Pati(Jawa Tengah ),Cybermabespolri.com —Team investigasi dari Ormas PROGIB ( Pro Garda Indonenesia Bersatu ) klarifikasi ke DKK Pati untuk mempertanyakan siswa yang keracunan MBG di gembong, senin 14 /09/2026.
Perwakilan dari team investigasi PROGIB yang datang ke DKK Pati untuk menemui Witowo selaku Kasi Pelayanan DKK pati,
ternyata tidak ada di tempat,lalu pihak dari PROGIB saudara Elfriyansyah minta nomor hp pak witowo Kasi pelayanan tidak di perkenankan oleh staf dari DKK.
Dari pihak DKK terkesan menutup diri terkait kasus keracunan MBG,terbukti debat yang agak alot dari pihak DKK dengan tim investigasi Progib DPC Pati,
Setelah beberapa lama debat akhirnya pihak DKK memberikan nomer handpone Kepala DKK Pati,
Dari pihak DKK pati ada indikasi kong kalikong dengan sppg sekabupaten pati dikarenakan kami mendapat informasi, bahwa pak witowo Sebagai Kasi Pelayanan di DKK menghimbau ke semua rumah sakit yang korban Keracunan MBG di daerah gembong kec.Gembong Kab.Pati dari LSM dan media tidak di perbolehkan untuk foto atau meliputnya.
Menyikapi hal ini, Ketua DPC PATI PROGIB ( Pro Garda Indonesia Bersatu ) Sudiyono,menyampaikan harus mengawal sampai tuntas,dan menemukan root couse dari kasus tersebut,dan beliau juga mengintruksikan, sesuai misi dan visi Prabowo ngibran,mengawal semua program pemerintah,salah satunya MBG agar tidak terjadi kebocoran anggaran dan penyalah gunakan kewenangan dari pemangku jabatan yang terkait,sehingga anggaran yang dikucurkan pemerintah tepat guna,dan tepat manfaat,
Dalam permasalahan ini kita harus mengawal kegiatan SPPG di kabupaten pati tersebut untuk memberi kenyamanan dan makanan benar benar higienis dan bergizi sehingga bermanfaat pada generasi penerus kita kita.” Ucapnya.”
Untuk klarifikasi di DKK Pati tidak ada tanggapan dari pak witowo dan terkesan menutup diri.
Di harapkan sebagai pelayan publik seharusnya tidak begitu,tetapi harus bisa memberikan klarifikasi secara detail karena instansi DKK salah satu fungsinya adalah pengawasan terhadap SPPG secara ketat.
Penulis : Elfri
Editor : Red
Sumber Berita: Ketum Progrib












